TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Empat Hal yang Dibenci Netizen Saat Belanja Online

54 persen pengguna lebih suka belanja online di aplikasi.
Empat Hal yang Dibenci Netizen Saat Belanja Online
Belanja online (steelgateglobal.com)

VIVA.co.id – Pengguna internet di Indonesia rata-rata terhitung gemar belanja online dengan menggunakan smartphone atau perangkat mobile lainnya. Data dari penelitian Emarketer, tercatat 36 persen pengguna smartphone di Indonesia memanfaatkan smartphone untuk belanja online.

Tapi sayangnya, penetrasi belanja online menggunakan perangkat mobile masih terbilang kecil. Data dari Mastercard pada 2016 menunjukkan bahwa belanja melalui mobile hanya tumbuh 0,6 persen dari tahun 2014 ke 2015.

Menariknya, meski saat ini sudah banyak bermunculan aplikasi mobile belanja online di pusat aplikasi, survei Opera menunjukkan pengguna Indonesia yang mengakses ke aplikasi belanja online hampir sama dengan pengguna yang memilih belanja online lewat browser.

"Kami menemukan pengguna yang memilih belanja online lewat aplikasi sebanyak 54 persen, sedangkan yang lebih senang lewat browser sekitar 46 persen," ujar Ivollex Hodiny, Direktur Pertumbuhan Asia Opera Software di Restoran Locanda, Jakarta Selatan, Kamis 11 Agustus 2016.

Fenomena itu membuat Opera penasaran, kenapa pengguna Internet Indonesia yang berbelanja online lewat browser bukan langsung ke aplikasi?

Setelah didalami, ternyata ada beberapa kendala yang dibenci saat pengguna internet di Indonesia belanja online.

Hasil survei Opera menunjukkan, tiga hal yang jadi hambatan pengguna mobile di Indonesia untuk belanja online. Pertama, yaitu adanya iklan pop up (46 persen), muatan gambar yang terlalu lama (33 persen), aplikasi tujuan yang sering crash (11 persen) dan tak cukup memori untuk buka aplikasi belanja online (36 persen).

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Opera menyimpulkan pengguna setidaknya harus menggunakan akses yang hemat data saat akan belanja online.

Sebab, menurut catatan Opera, sebelum memutuskan untuk membeli produk belanja online, pengguna setidaknya melakukan perbandingan harga di beberapa platform belanja online. Waktu yang dibutuhkan pengguna untuk membandingkan yaitu antara 30-90 menit.

Dengan kondisi itu, tentu saja efektivitas dan efisiensi menjadi pilihan pengguna.

"Dengan Opera Mini, pengguna dapat melakukan pencarian maupun perbandingan harga dengan mudah melalui browser sebelum melakukan pembelian, tanpa perlu khawatir penggunaan data atau memori ponsel," ujar Hodiny.

Survei Opera dilakukan dengan mewawancarai 256 pengguna internet melalui media sosial Line. Responden diminta untuk menjawab tiga pertanyaan sekaligus dalam satu hari.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP