TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Indonesia Akan Desak Google Soal Penghapusan Nama Palestina

Google Maps menghapus peta Palestina pada 25 Juli 2016 lalu.
Indonesia Akan Desak Google Soal Penghapusan Nama Palestina
Peta Palestina di Google Maps (Motherboard)
VIVA.co.id - Google tengah menjadi soroton dunia, ketika salah satu layanan pemetaannya, Google Maps yang menghapus nama Palestina dan menggantikannya dengan Israel. Persoalan tersebut pun ditanggapi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

"Ini soal politik internasional, saya tidak punya kompetensi, jadi tidak bisa bicara, saya bukan menteri politik internasional," ujar Rudiantara ditemui di Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

Ketika disinggung lebih lanjut, mengenai adanya kedekatan emosional antara Palestina dengan Indonesia. Rudiantara tak menampik soal hal itu.

Meski tak menyebutkan detail kapan akan membahas untuk mendesak kepada Google agar segera mengembalikan nama Palestina kembali di Google Maps. Tapi, yang pasti, Rudiantara akan berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.

"Itu sangat jelas, saya akan berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri," ungkap dia.

Google sedang mendapat kritikan tajam dari Forum Jurnalis Palestina. Pangkalnya yakni keputusan Google yang menghapus nama Palestina dari peta Google Maps dan menggantinya dengan Israel. Penghapusan nama Palestina itu dilakukan pada 25 Juli.

Dikutip dari Middleeastmonitor, Jumat 5 Agustus 2016, dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis kemarin, forum jurnalis tersebut menuding keputusan Google menghapus nama Palestina dari Google Maps merupakan bagian dari skema Israel untuk membuat legitimasi negara zionis tersebut.

"Ini merupakan skema untuk membumikan nama Israel sebagai negara yang sah untuk generasi mendatang dan menghapus nama Palestina untuk selamanya," tulis pernyataan forum tersebut.  
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP