TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Startup Indonesia Gembira Bisa 'Naik Haji' ke Silicon Valley

Enam startup Indonesia kembali berguru ke markas Google.
Startup Indonesia Gembira Bisa 'Naik Haji' ke Silicon Valley
Startup yang akan berguru ke markas Google berpose di di acara Google for Indonesia di Ballroom, Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (9/08/2016). (VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto)

VIVA.co.id - Google telah memboyong enam perusahan rintisan (startup) dibawa ke Markasnya yang berada di Mountain View, SIlicon Valley, Amerika Serikat, melalui program bertajuk Launchpad Accelerator. Dalam program itu, bagi para pengembang startup, Silicon Valley tak ubahnya ibarat 'Naik Haji' teknologi.

Seperti diketahui, Silicon Valley merupakan kawasan di San Francisco, Amerika Serikat yang didalamnya terdapat berbagai perusahaan teknologi ternama, seperti Google, Twitter, Facebook, eBay, Yahoo, hingga Cisco. Di kawan itu perusahaan tersebut membangun 'kerajaan' teknologi di kawasan pantai barat Negeri Paman Sam tersebut. Tak ayal, para pengembang, bisa menginjak di Silicon Valley merupakan impian yang perlu diwujudkan.

Hal tersebut dirasakan oleh Chief Executive Officer (CEO) Jarvis Store, Frianto Moerdowo, yang terpilih sebagai salah satu startup yang diangkut oleh Google ke kantornya. Jarvis Store merupakan toko online yang secara khusus dapat membuat desain agar dapat digunakan di perangkat apa pun mulai dari desktop, tablet, maupun smartphone.

Frianto tak bisa membendung rasa bahagianya bisa dipilih oleh Google dalam program Launchpad Accelerator. Menurutnya, perjalanan ke Silicon Valley ialah sebuah perjalanan 'spiritual' yang tak terbantahkan, karena tak hanya merasakan iklim teknologi di sana, tetapi juga bisa dilatih serta dimentori langsung oleh para ahli dari Google.

"Kalau bagi umat Muslim, ibadah naik haji itu pergi ke Mekah, maka untuk developer pergi ke Silicon Valley juga merupakan naik haji. Itu merupakan pengalaman berkesan, tak hanya dilatih soal pengalaman startup, kita juga harus bisa belajar dari kesalahan, mengerti kondisi pasar," ujar Frianto di acara Google for Indonesia di Ballroom, Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Diajeng Lestari Soektjo yang berposisi sebagai Founder dan Chief Executive Officer (CEO) HijUp. Diajeng mengatakan, pelatihan yang diberikan Google membuatnya makin mengerti apa yang harus dilakukan oleh para pelaku startup.

Untuk informasi, Launchpad Accelerator generasi kedua ini ada enam startup yang dilatih oleh Google selama dua minggu, yakni Jarvis Store, Codashop, Talenta, IDN Media, HijUp.com, dan Ruangguru.com.

"Tentunya kita bisa belajar kepada mereka yang sudah berpengalaman di bidang teknologi selama 20 tahun terakhir, best practice lah. Di sana kita berkumpul dengan sekitar 24 startup dari empat negara, yaitu Indonesia, Brasil, Meksiko dan India. Dengan berbagi pengalaman, rata-rata yang dihadapi sama persoalannya, mulai dari jumlah penduduknya yang banyak dan kita (startup) bisa membuka lapangan pekerjaan," tutur Diajeng yang juga istri dari CEO Bukalapak, Achmad Zaky.

Sementara itu, co-Founder dan Chief Product Offier (CPO) Ruangguru.com, Muhammad Iman Usman menuturkan, berkumpul dengan para pelaku startup dari negara lain, tentunya menjadi nilai positif bagi dia yang juga bergelut di bidang usaha rintisan. Dalam kesempatan tersebut, kata dia, semakin memahami proses perjalanan startup.

"Kita bisa saling berbagi pengalaman dengan startup dari negara lain, meskipun sama bidangnya," imbuh dia.

Diketahui program pelatihan Google untuk pengembang lewat Launchpad Accelerator telah berlangsung dua kali. Pada generasi pertama, perusahaan teknologi itu membawa delapan startup dengan pedanaan bebas ekuitas sebesar US$50 ribu atau Rp656 juta. Dana itu nilainya sama pada Launchpad Accelerator generasi kedua, yang berbeda jumlah startup-nya yang menyusut menjadi enam pelaku.

"Launchpad Accelerator ke-3 akan ada tahun 2017, tapi kita tidak tahu jumlah startup yang akan dibawa dan dilatih berapa banyak, tentunya kita berharap lebih banyak lagi," ucap Jason Tedjasukmana dari Google Indonesia.

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP