TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Respons Menkominfo Soal Diskriminasi dalam Interkoneksi

Tak semua operator dilibatkan dalam penentuan tarif interkoneksi
Respons Menkominfo Soal Diskriminasi dalam Interkoneksi
Teknisi XL sedang melakukan perawatan atas perangkat BTS 4G di atas menara di kawasan Lembang, Bandung, Senin (2/11/2015) (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, irit bicara terkait kabar tak diikutsertakan semua operator telekomunikasi dalam pembahasan tarif interkoneksi.

Ditemui di sela-sela acara Google For Indonesia di Ballroom Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Rudiantara enggan menyebutkan ataupun membantah mengenai rumor diskriminasi pelibatan operator telekomunikasi.

"Tanya saja," ucap Rudiantara sambil tersenyum kepada awak media yang menanyakan rumor tersebut, Selasa 9 Agustus 2016.

Rudiantara kemudian menjelaskan, ada operator yang meminta beragam keinginannya soal tarif interkoneksi kepada pemerintah, mulai turun 10 persen, 40 persen, hingga 50 persen.

"Macam-macam. Kita enggak mungkin pihak salah satu. Kalau ikuti yang satu, yang lain protes. Untuk itu Kominfo melakukan perhitungannya sendiri," kata pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Tarif interkoneksi baru telah diumumkan pada 2 Agustus lalu. Tarif interkoneksi telekomunikasi telah diturunkan pemerintah dari Rp250 per menit menjadi Rp204 per menit melalui surat edaran Kementerian Kominfo.

Kemenkominfo telah menyelesaikan perhitungan biaya interkoneksi tahun 2016. Hasilnya, penurunan secara rata-rata untuk 18 skenario panggilan dari layanan seluler dan telepon tetap itu sekitar 26 persen.

Perhitungan tarif interkoneksi baru itu akan berlaku per 1 September 2016.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP