TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Berkat Air Limbah, BPPT Jadi Pemenang

BPPT jadi pemenang utama penghargaan efisiensi energi.
Berkat Air Limbah, BPPT Jadi Pemenang
BPPT menerima penghargaan hemat energi dan air dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/08/2016). (VIVA.co.id/Mitra Angelia)
VIVA.co.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  terpilih sebagai pemenang utama dalam Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) ke-5 pada 2016 dengan kategori hemat energi dan air setingkat pemerintahan pusat.

PEEN merupakan inisiasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang sudah dilaksanakan sejak 2012.

"Ya, ini yang pertama kali (BPPT) menang. Sebetulnya dari dulu sudah bagus (hemat energi dan air), cuma saja bagaimana membungkus dan meng-cover hasil-hasil (laporan) itu, baru kinilah kami terpilih sebagai pemenang," ujar Soni Solistia wirawan, Sekretaris Utama BPPT kepada VIVA.co.id, saat ditemui di Hotel Bidakara, Kamis malam, 4 Agustus 2014.

Soni menjelaskan, BPPT terpilih sebagai gedung pemerintahan pusat yang hemat energi dan air merupakan berkat upaya institusi itu mengubah semua lampu gedung dengan lampu hemat energi.  Sementara air,  BPPT punya teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diciptakan sendiri.

Teknologi IPAL merupakan teknologi pengolahan air limbah yang tahan terhadap fluktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi, mudah perawatannya serta murah biaya operasionalnya karena konsumsi listrik untuk blower-nya hanya 40 watt.

Sementara itu, air hasil pengolahan IPAL tersebut bisa dimanfaatkan kembali.

Faktor utama BPPT menciptakan teknologi IPAL yaitu berkaitan dengan tindakan adaptasi untuk mengatasi pemanasan global. Karena IPAL adalah salah satu metode untuk mengurangi penggunaan air dengan mendaur ulang air limbah domestik.

Harapan besar BPPT yaitu IPAL bisa menjadi satu percontohan untuk industri dan masyarakat bahwa air limbah domestik bisa diubah menjadi air bersih.

"Ini juga jadi PR besar bagi BPPT, karena jika negara ASEAN datang, kami akan sering dikunjungi dan kami akan jadi role model," ungkap Soni. (ase)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP