TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

China Buktikan Tak Ada Air di Bulan

Hasil pengukuran Chang'e 3 buktikan hal itu.
China Buktikan Tak Ada Air di Bulan
Peluncuran Chang'e 3 pada 2013 (npr.org)
VIVA.co.id - Robot pendarat China yang menjalankan misi di permukaan Bulan, Chang'e 3 menemukan temuan baru. Data terbaru teleskop optik pada robot pendarat itu mengonfirmasi tidak ada air cair di satelit Bumi tersebut.

Dikutip dari Sputnik, Rabu 3 AGustus 2016, debat tentang keberadaan air di Bulan telah berlangsung beberapa tahun. Demi menguak benar tidaknya adanya air itu, beberapa misi di Bulan yang terakhir telah menggunakan spektroskopi neutron untuk menganalisa tanah dan membawanya dengan hasil yang beragam. Nah, Chang'e 3 mengklaim membawa hasil yang lebih pasti.

"Kami telah mengukur jumlah air di permukaan Bulan dan di atasnya, tapi kami sejauh ini hanya menemukan jumlah terendah, yang sejalan dengan harapan dari pakar tentang pembentukan Bulan," ujar Wen Jianyan, peneliti Chinese Academy pf Science dikutip dari China Daily.

Hasil itu diklaim lebih baik dibanding pengukuran sebelumnya. Pembacaan instrumen teleskop optik Chang'e 3 diklaim lebih akurat dan menjadi yang paling kuat dibanding penelitian sebelumnya.

Sejauh ini Chang'e 3 merupakan robot peneliti di Bulan yang punya kontribusi terbaik dibanding lainnya. Robot peneliti milik China itu telah mengkonstruksi peta geologi Bulan pertama dan telah mengirimnya data ke Bumi sebesar tujuh terabyte.

Tidak adanya air di Bulan bukan berarti tak ada air di bulan planet lainnya. Sebab diketahui, bulan Jupiter yaitu Europa, Ganymede dan Enceladus semuanya menjanjikan adanya keberadaan air. Selain itu di Planet Merah juga menunjukkan peluang adanya air.

Bulan lalu, ilmuwan menggunakan model komputer mencoba menentukan kemungkinan kehidupan di satelit Planet Saturnus, Titan. Studi menemukan adanya senyawa kimia di atmosfer Titan bisa menjadi pelopor senyawa organik.

"Kami tak mengatakan kami telah menciptakan kehidupan Titan dalam sebuah komputer atau struktur yang mungkin hidup dalam Titan," kata Jonathan Lunine, ilmuwan planet di Cornell University, Amerika Serikat.

Lunine mengatakan, dengan temuan di satelit Saturnus itu, peneliti yakin itu adalah tahapan awal untuk menuju struktur, katalis dan enegi menyerap yang mungkin ada pada Titan.

"Kami perlu kembali mempelajari Titan dan menganalisa komposisi permukaan dan mencari polimer," ujarnya.
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP