TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

TeknoJek Bolehkan Pengemudi 'Dua Kaki'

Tapi lebih baik disarankan fokus pada satu platform saja.
TeknoJek Bolehkan Pengemudi 'Dua Kaki'
Pengelola ojek online TeknoJek (VIVA.co.id/Mitra Angelia)

VIVA.co.id -  Dalam persaingan ojek online yang semakin menjamur,  pengemudi kini putar otak untuk mengambil keuntungan dengan cara bermain 'dua kaki'. Tren tersebut banyak dilakukan pengemudi sebab mereka bisa 'ngojek' pada dua platform yang berbeda.

Istilah 'dua kaki' ini muncul setelah pengakuan seorang pengemudi Gojek yang juga menjadi pengemudi pada layanan ojek pesaing, Uber.  Melihat fenomena pengemudi dua kaki itu, salah satu penyedia layanan ojek mengancam akan ada sanksi bagi yang bermain 'dua kaki'.

Tapi,  ada juga penyedia ojek online yang membolehkan pengemudinya bermain 'dua kaki', yaitu pendatang baru,  AdaJek. Sebelumnya AdaJek menyatakan mereka membolehkan pengemudinya untuk 'dua kaki'. 

Pendatang baru ojek online lainnya, TeknoJek, juga angkat bicara soal pengemudi yang 'dua kaki' ini.

Salah satu pendirinya, Robert S.D. yang juga sebagai Chief Executive Officer (CEO) TeknoJek mengatakan,  TeknoJek tidak melarang jika pengemudinya 'dua kaki'. Tapi, mereka lebih menyarankan agar pengemudi fokus di satu platform TeknoJek saja.

"Karena di sini tujuan utamanya adalah membangun jaringan agar nantinya bisa pensiun dengan memiliki penghasilan dari jaringannya," ujar Robert kepada VIVA.co.id melalui pesan singkat, Senin 1 Agustus 2014.

Sementara,  kata Robert, ojek online lain tujuan utamanya adalah bekerja keras mencari order sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan penghasilan, sehingga pengemudi harus main 'dua kaki' atau lebih.

Seperti diketahui, TeknoJek membuat sistem bonus, di mana sang pengemudi dan pelanggan seperti menjalankan bisnis.  TeknoJek membuat sebuah sistem jaringan, yang mana saat satu pelanggan mengunduh aplikasi TeknoJek, maka ia akan mendapatkan sebuah referral ID yang digunakan sebagai ‘pegangan’ untuk memperluas jaringannya.

“Ajak teman, teman ajak teman lagi, itu semua jadi jaringan customer,” kata Robert saat peluncuran beberapa waktu yang lalu. Begitu juga dengan si pengemudi,  hal yang sama berlaku.

Bonus akan cair dengan syarat si pelanggan dalam satu bulan harus menggunakan layanan ojek online TeknoJek, dengan tarif Rp100 ribu. Sementara itu, di pengemudi, kata Robert, harus mendapatkan omzet Rp1,5 juta sebulannya.

Saat ini,  TeknoJek tersebar di daerah Jakarta,  Bogor,  Depok, Tangerang dan Bekasi.  Untuk di Ibu Kota, Robert menyatakan,  pengemudi Teknojek banyak tersebar daerah Thamrin, Sudirman, Jakarta Barat dan Jakarta Utara dan Tangerang.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP