TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

KPPU Diminta Selidiki Proses Tender Palapa Ring

Palapa Ring untuk Paket Timur diikuti dua peserta konsorsium.
KPPU Diminta Selidiki Proses Tender Palapa Ring
Sejumlah menara perusahaan telekomunikasi. Empat tahun terakhir tren layanan mulai bergeser. (http://berkecukupan.blogspot.com)

VIVA.co.id – Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) meminta, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memastikan proses tender proyek pembangunan tulang punggung serat optik nasional Palapa Ring untuk Paket Timur agar proses lelang berjalan sesuai dengan aturan.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan beberapa waktu lalu pemenang Paket Timur, yakni Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom.

“Saya paham kalau Palapa Ring itu adalah kebutuhan nasional, tetapi ada yang aneh diproses dan hasil lelang. Biar tak ada gosip jalanan, saya sarankan KPPU turun melihat proses dan hasil dari tender Palapa Ring paket timur," kata Direktur LPPMI, Kamilov Sagala, melalui keterangan pers, Selasa, 19 Juli 2016.

Seperti diberitakan sebelumnya, Palapa Ring untuk Paket Timur tersebut diikuti dua peserta, Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom dan Konsorsium XL-Indosat-XL.

Namun, untuk Konsorsium XL-Indosat dinyatakan gugur, karena karena tak memenuhi syarat administrasi memunculkan tanda tanya yang besar.        

“Konsorsium itu isinya Indosat dan XL Axiata. Keduanya bukan pemain ecek-ecek. Masa gugur karena syarat administrasi? Sangat jelas syarat untuk ikut lelang sudah terang benderang ditentukan, patut untuk ditelisik ada apa gerangan, dari kedua belah pihak baik dari peserta lelang maupun panitia lelang. KPPU dapat melakukan investigasi karena ada dugaan persekokolan dalam proses lelang tersebut,” sarannya.

Rekam jejak

Ia menjelaskan, proses beauty contest memang banyak memunculkan penilaian subyektif. Tetapi, kata dia, ini kan belum dinilai sudah kalah karena syarat adminsitrasi. "Pertanyaanya ini kalah atau mengalah? Menkominfo Rudiantara harus menjelaskan ini ke publik,” tegas Kamilov.

Diungkapkannya, jika melihat rekam jejak dari Indosat dan XL dalam mengikuti tender yang dilakukan pemerintah, pada 2007 keduanya juga pernah mengundurkan diri dalam lelang Proyek Desa Berdering.

“Kalau waktu itu alasan keduanya karena keuangan. Nah, kalau sekarang alasannya apa? Jangan-jangan mengulang lagu lama kaset kusut ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tak transparannya proses lelang Palapa Ring menambah daftar tak transparannya sejumlah langkah Kementrian Kominfo dibawah kepemimpinan Rudiantara.

Kamilov mengungkapkan, dalam hitungan bulan kita dipertontonkan isu revisi aturan penyelenggaraan telekomunikasi dan frekuensi yang cacat moral.

"Sekarang lelang triliunan rupiah yang mengundang tanda tanya. Sebaiknya Presiden Joko Widodo evaluasi kinerja Menkominfo sudah sesuai Nawacita dan Trisakti atau belum." 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP