TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Astronom Bikin Parfum Aroma Komet 67P

Aroma parfum itu berbasis senyawa yang ditemukan pada komet 67P.
Astronom Bikin Parfum Aroma Komet 67P
Ledakan kembang api muncul di komet 67P (www.cnet.com)

VIVA.co.id – Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko atau sering disebut komet 67P menjadi inspirasi bagi peneliti untuk membuat parfum.

Komponen dan senyawa yang ditemukan pada komet berbentuk bebek itu menginspirasi peneliti untuk  menciptakan aroma parfum.

Dikutip dari Daily Mail, Selasa 28 Juni 2016, selama mengamati komet tersebut ilmuwan tim Rosetta, misi untuk mempelajari komet 67P, telah menemukan beberapa ‘bau’ senyawa pada objek antariksa tersebut.

Diketahui pada 2014, sensor misi tersebut, Rosetta Orbiter Sensor for Ion and Neutral Analysis mendapatkan senyawa komet saat instrumen itu menyensor komet tersebut.

Instrumen itu mendeteksi metana, amonia, hidrogen sulfida, hidrogen sianida, karbon monoksida, karbon dioksida, metanol, formaldehida, sulfur dioksida dan karbon disulfida.

Kemudian Colin Snodgrass, astronom dan ilmuwan planet Open University, Inggris, yang juga bekerja dalam tim Rosetta berkolaborasi dengan Aroma Company, membuat aroma yang berbasis dari senyawa yang terdeteksi di komet tersebut.

Mengingat beberapa senyawa yang dideteksi mengandung racun, maka peneliti menggantinya dengan senyawa  yang punya bau sejenis tapi tak beracun.

Peneliti tersebut kemudian mengungkapkan bau amonia mirip dengan kencing kuncing, hidrogen sulfida menyerupai telur busuk dan hidrogen sianida yang beracun disebutkan mirip dengan mau almond pahit.

Aroma parfum komet tersebut akan ditampilkan ke publik dalam sebuah pameran bertajuk Summer Science Exhibition yang diselenggarakan Royal Soceity di London pada pekan depan.

Diketahui komet 67P sempat menjadi perhatian bagi ilmuwan Badan Antariksa Eropa (ESA). Komet ini dianggap menyimpan bukti dan jejak asal usul kehidupan di Bumi.

ESA sebenarnya sudah mendaratkan robot peneliti, Philae, di permukaan komet tersebut. Harapannya, robot itu bisa menguak misteri jejak kehidupan di benda antariksa tersebut.

Tapi sayangnya, Philae tidak bisa diharapkan. Sebab akibat salah mendarat, robot tersebut tidak bisa mendapatkan sinar matahari, daya baterainya habis dan akhirnya dinyatakan mati.

Berdasarkan pengukuran ESA,  kepala komet bebek memiliki dimensi panjang 2,6 km, tinggi 2,3 km, dan panjang leher 1,8 km. Kemudian, bagian tubuh komet berdimensi panjang 4,1 km, tinggi 1,8 km, dan bagian belakang ekor 3,3 km. Sementara itu, panjang leher komet disebutkan berjarak 500 meter.

Soal leher komet, peneliti masih belum mengetahui apakah itu muncul dari hasil erosi atau fusi dua komet yang mirip.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP