TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Strategi Telkomsel Hadapi Lonjakan Beban Internet Saat Mudik

Tiga juta pelanggan keluar dari wilayah Jabodetabek.
Strategi Telkomsel Hadapi Lonjakan Beban Internet Saat Mudik
Vice President Network Operation Management Telkomsel, Paulus Djatmiko (Agus T Haryanto/ VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Tradisi mudik pada Hari Raya Idul Fitri, membuat pergerakan besar masyarakat Jakarta ke luar kota. Dalam perkembangan teknologi saat ini, perpindahan penduduk ini tak hanya menciptakan masalah kepada lalu lintas, tetapi juga menyangkut jaringan internet, di mana jalur mudik dan kota tujuan, akan mengalami lonjakan beban arus telekomunikasi.

Vice President Network Operation Management Telkomsel, Paulus Djatmiko, mengatakan, perseroan telah mengantisipasi sejak jauh hari untuk mengoptimalkan layanan agar memenuhi kebutuhan pelanggan saat mereka mudik.

Paulus mengungkapkan, dari pengalaman mudik tahun lalu, pelanggan Telkomsel di Jabodetabek yang berjumlah 15 juta, selama arus mudik mulai H-7, akan berkurang jadi 12 juta saat memasuki Lebaran. Artinya, tiga juta pelanggan keluar dari wilayah Jabodetabek.

"Di Jawa Barat yang mulanya 9 juta jadi 10 juta pelanggan saat Lebaran. Sementara itu, Jawa Tengah menjadi fokus perpindahan pelanggannya yang tadinya 11 juta menjadi 14 juta pelanggan pada periode tersebut," ujar Paulus ketika “Buka Bersama” dengan media di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Senin malam, 27 Juni 2016.

Selain itu, area yang mengalami peningkatan jumlah pelanggan juga terjadi di Jawa Timur dari 14 juta menjadi 16 juta pelanggan, Sumatera dari 32 juta menjadi 33 juta, dan Sulawesi 12 juta menjadi 12,5 juta pelanggan.

Mengantisipasi ini, Telkomsel akan meningkatkan kualitas jaringan guna melayani pelanggan selama periode tersebut, dengan program Ramadan dan Idul Fitri (Rafi). Telkomsel telah memetakan lalu lintas telekomunikasi tersebut dengan mengidentifikasikan 809 hotspot atau Point of Interest (POI) yang terjadi di kawasan bandara, terminal, stasiun, dermaga, rumah sakit, area padat populasi, pasar tradisional, dan mal yang akan menjadi titik puncak lonjakan telekomunikasi.

"Maka dari itu, kami (Telkomsel) akan mengantisipasi dengan menyiagakan sebanyak 76 unit compact mobile base station (Combat) atau dikenal dengan mobile BTS guna meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi, terutama mengakses data," ucap Paulus.

Selain itu, anak perusahaan dari Telkom Group ini juga membangun 623 Base Transceiver Station (BTS) baru dan melakukan modernisasi 486 BTS. Selain itu, memperbarui 1.052 BTS serta 75 Base Station Controller (BSC) dan Radio Network Controller (RNC).

Untruk trafik layanan data atau payload pada Rafi tahun ini, Telkomsel memproyeksikan sebesar 2.709 terabyte atau naik 79 persen dibandingkan Rafi pada 2015. Sementara itu, trafik layanan suara pada puncak Rafi 2016 diperkirakan sebesar 1,57 miliar menit atau naik 11,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Sedangkan trafik SMS diperkirakan hanya menembus 927 juta SMS per hari pada puncak Rafi kali ini atau turun 3,3 persen dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP