TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

WhatsApp Sebut Layanan VoIP Mulai Berjaya

100 juta panggilan VoIP terjadi di WhatsApp setiap hari
WhatsApp Sebut Layanan VoIP Mulai Berjaya
WhatsApp. (U-Report)

VIVA.co.id – Laporan terbaru menyebutkan ada 100 juta panggilan terjadi setiap hari pada aplikasi pesan instan. Semua itu terjadi hanya di aplikasi WhatsApp. Ini artinya, panggilan Voice over Internet Protocol (VoIP) telah menjadi pilihan pelanggan ketimbang panggilan telepon biasa (voice).

Data tersebut baru saja diumumkan oleh pihak WhatsApp. Padahal, fitur panggilan VoIP yang dihadirkan oleh WhatsApp di perangkat iOS dan Android ini tergolong baru, sekitar satu tahun yang lalu.

Pertumbuhan penggunaan panggilan VoIP di WhatsApp cukup mengejutkan. Sebagai perbandingan, dilansir The Verge, Jumat, 24 Juni 2016, Skype butuh waktu sekitar 12 tahun untuk mencapai 300 juta pengguna aktif di layanan VoIP terdepan di dunia.

Sementara dari sisi jumlah pengguna, WhatsApp terus melejit, di mana beberapa waktu lalu pihak perusahaan menyampaikan penggunanya mencapai satu miliar di seluruh dunia. Itu menandakan, WhatsApp menjadi salah satu platform komunikasi di dunia.

"Kami tidak mengira (panggilan suara) akan menjadi bagian besar dari aplikasi kami," ucap Pendiri dan Kepala Eksekutif WhatsApp, Jan Koum dikutip dari USA Today.

Koum mengungkapkan, filosofi WhatsApp ialah membangun produk yang dapat bekerja pada perangkat dan jaringan apapun. Seperti panggilan suara melalui WhatsApp bisa dilakukan ke lintas perangkat, dari iPhone, Android, maupun Windows Phone.

Mengenai isu akan menghadirkan fitur panggilan video, Koum tak membeberkan secara rinci. Ia hanya tersenyum dan menjelaskan soal masa depan WhatsApp.

"Satu pelajaran yang kami pelajari dari mengumumkan panggilan suara adalah bahwa kami tidak akan pernah mengumumkan apa-apa lagi di masa depan. Kami tidak benar-benar berbicara rencana masa depan kami. Tapi kami pada saatnya akan mencoba membangun yang diinginkan oleh pengguna kami," tutur dia.

WhatsApp yang telah dibeli oleh Facebook dengan mahar US$22 miliar pada tahun 2014 lalu, terus digenjot sang media sosial yang dipimpin Mark Zuckerberg itu. Terutama untuk menaklukan pasar markasnya sendiri, yakni Amerika Serikat.

"Secara historis, itu telah menjadi bagian pasar yang menantang kami (di masa mendatang)," ucap Koum yang lahir di Ukraina dan bermigrasi ke Negeri Paman Sam di usia 18 tahun. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP