TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
TEKNOLOGI

Prihatin dengan Ilmu Pengetahuan, LIPI Rilis Global Village

Masyarakat diminta siap hadapi era internet
Prihatin dengan Ilmu Pengetahuan, LIPI Rilis Global Village
Logo LIPI (atbc2010.org)

VIVA.co.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan riset terkait tantangan globalisasi. Dengan riset ini diharapkan masyarakat siap dalam menghadapi tantangan era segala sesuatu yang bersentuhan dengan internet. Riset oleh LIPI ini dinamakan dengan Global Village atau desa global.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan, tantangan besar era globalisasi ini adalah soal ekonomi. Saat ini, ekonomi Indonesia berada di posisi ke-34 dari 134 negara, tapi Indonesia masih jauh dari negara ASEAN lainnya, termasuk Singapura.

"Kendala bukan hanya problematika infrastruktur, energi, tapi juga tata kelola pemerintahan dan ketidaksiapan teknologi," ujar Iskandar dalam pemaparannya saat peluncuran Global Village, di Jakarta, Senin 20 Juni 2016.

Iskandar mencontohkan soal ketidaksiapan bangsa itu bisa dilihat seperti masalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang hobi menjual bahan mentah dari pada barang jadi. "Masyarakat harus jadi bagian aktif untuk sharing (berbagi) nilai," kata Iskandar.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti menuturkan, sebetulnya program Global Village sudah dilakukan sejak 2014, tapi dengan banyaknya tantangan-tantangan ke depan yang harus dihadapi masyarakat, kemudian riset pun diperluas.

"New Global Village lahir atas keprihatinan perkembangan ilmu pengetahuan sebagai dasar kebijakan. Sekarang ini kebijakan banyak yang instan. Global Village akan bersifat progresif dan memberi pijakan baru, berkontribusi untuk penemuan baru," jelas Nuke.

Nuke menuturkan, adapun lima isu yang digarap dalam program ini adalah ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur sosial ekonomi, tata kelola pemerintahan dan jaringan lokal maupun global.

Data yang dia sebutkan, Indonesia diprediksi mengalami pertambahan penduduk 40 hingga 280 juta pada 2030 yang didominasi oleh usia produktif. Setelah 2030, penduduk produktif akan terbebani pesatnya pertumbuhan pendudukan lanjut usia.

"Dinamika dan dominasi penduduk usia produktif serta geo ekonomi yang dimiliki di tengah tantangan globalisasi inilah yang menjadi tantangan kesempatan bagi Indonesia," ujar Nuke.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP