TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

LinkedIn Dibeli Microsoft, Karyawannya Malah Was-was

CEO LinkedIn tegaskan tidak akan ada yang berubah dari perusahaan
LinkedIn Dibeli Microsoft, Karyawannya Malah Was-was
Eksekutif Microsoft dan LinkedIn (Twitter)

VIVA.co.id – Akuisisi jejaring sosial profesional, LinkedIn, oleh Microsoft awal pekan ini masih menjadi perhatian. Terutama bagi kalangan internal LinkedIn. Nilai akuisisi sebesar US$26,2 miliar atau Rp349,3 triliun tetap tidak membuat kekhawatiran mereda.

Salah satu kekhawatiran umum yang mengemuka usai sebuah perusahaan diakuisisi oleh perusahaan besar yaitu apakah perusahaan yang dibeli akan kehilangan identitasnya.

Meski Microsoft sudah menegaskan tidak akan mengubah kultur dan entitas LinkedIn, tapi tetap saja karyawan jejaring sosial profesional itu masih was-was.

Hal itu diakui Chief executive Officer (CEO) LinkedIn, Jeff Weiner saat menggelar rapat besar dengan karyawan, Kamis kemarin atau dua hari usai pengumuman akuisisi. Weiner pun dengan sabar menjawab kekhawatiran tersebut.

"Kenyataanya, akuisisi itu tidak harus mengubah apapun. Di mana apa yang kita lihat dalam setahun atau dua tahin, itu akan menjadi apa yang kita buat. Ini yang menentukan adalah kita," jawab bos LinkedIn, seperti dikutip Business Insider.

Weiner kemudian mencontohkan kasus beberapa perusahaan yang tetap bisa mempertahankan identitasnya meski telah diakuisisi perusahaan besar. Dia menyebutkan kasus akuisisi YouTube, WhatsApp dan Instagram yang mana mereka mampu mengelola identitas khusus meski telah diakuisisi Google maupun Facebook.

Untuk itu, kata Weiner, sepanjang yang dia yakini, LinkedIn tidak akan kekhilangan karakteristik yang telah dibangun selama ini.

"Satya (Satya Nadella/CEO Microsoft) tidak sepakat jika kita tidak menuliskan aturan kita sendiri. Dia sangat berterus terang, pertumbuhan LinkedIn akan memungkinkan untuk mencapai yang lebih," kata bos LinkedIn mengulang komitmen bos Microsoft tersebut.

Sebelumnya Nadella mengakui salah satu alasan membeli LinkedIn adalah kultur dan nilai yang dibangun LinkedIn. Malahan, kata Weiner, Nadella meyakini nilai dan kultur yang dikembangkan di LinkedIn bisa ditularkan ke Microsoft dan membantu kedua perusahaan berkembang.

"Nadella menyakini jalan pendekatan bisnis kita bisa benar-benar menjadi pengubah permainan mereka. Dia optimis jalan ini menjadi baik untuk kedua perusahaan," ujar dia.

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP