Eksperimen Tempe di Luar Angkasa, Kemenpora Siap Bantu

Deputi Kemenpora dan para siswa peneliti eksperimen ragi dan padi.
Sumber :
  • Kemenpora

VIVA.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku bangga dengan prestasi yang telah dicapai para siswa SMA, yang telah mengirimkan penelitiannya di luar angkasa. Kemenpora berjanji akan membantu sesuai kemampuan.

'Taksi Antariksa' Rusia Bikin Misi ke Bulan Cukup 5 Hari

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Chandra Wijaya, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya di kantor Kemenpora hari ini, Senin, 18 April 2016. Chandra menyambut kedatangan sang mentor, JW Saputro, bersama para siswa yang terlibat dalam penelitian itu.

"Pemerintah sangat mengapresiasi dan memberikan support kepada JW Saputro serta para siswa SMA yang mengirimkan hasil penelitian ilmiahnya melalui NASA. Kalian semua hebat. Indonesia kembali mencoretkan tinta emas di tingkat internasional dan itu sangat membanggakan," tutur Chandra, dalam keterangannya, Senin, 18 April 2016.

Mobil Buatan Mahasiswa UI Siap Berlaga di Eropa

Chandra menyatakan bahwa Kemenpora akan membantu semaksimal mungkin untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh para siswa.

"Kami siap untuk membantu apa pun yang kalian butuhkan sesuai dengan kemampuan kami. Semua itu adalah wujud dari apresiasi kami kepada kalian yang telah membuat bangga Bangsa Indonesia," ucap Chandra.

Mahasiswa UGM Bikin Biopelumas dari Jelantah

Seperti diketahui, dua perangkat eksperimen siswa Indonesia dibawa pesawat tanpa awak NASA pada akhir Maret lalu adalah penelitian pertama dari tim siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara. Mereka akan mempelajari pertumbuhan ragi di luar angkasa. Penelitian ini aka berujung pada bagaimana mengembangkan tempe di luar angkasa. Kemudian, eksperimen kedua mempelajari pertumbuhan padi di luar angkasa yang merupakan penelitian tim siswa gabungan beberapa SMA di Jakarta, Bandung (Jawa Barat), dan Jayapura (Papua).

"Pada tahun 2030, NASA akan mengirimkan manusia ke planet Mars. Perjalanan dari bumi menuju Mars membutuhkan waktu selama 7 bulan. Nah, bagaimana cara agar para astronot tersebut mendapatkan suplai makanannya tanpa menunggu kiriman makanan dari bumi? Itu adalah maksud dan tujuan penelitian ini," tutur salah satu perwakilan siswa. (ren)

Mahasiswa UGM ciptakan alat buka tutup irigasi sawah

Alat Buka Tutup Irigasi Sawah Ini Dikontrol via Aplikasi

Mahasiswa UGM menciptakan alat tersebut.

img_title
VIVA.co.id
1 Juni 2016