Mengenal Profesor Perempuan Muslim Termuda di MIT

Sumber :
  • www.worldstorytoday.com

VIVA.co.id –  Kesetaraan dalam bidang teknologi telah lama menjadi perhatian. Khususnya kesetaraan antara kaum pria dan hawa yang berkecimpung dalam dunia riset teknologi.

UU Cipta Kerja Sah, Kampus Bisa Ajak BUMN Kolaborasi Riset

Ada anggapan karena problem kultural, kaum hawa terbatas bahkan sampai dikalahkan oleh kaum pria dalam aktivitas riset dunia teknologi.

Namun, pencapaian Jackie Y Ying bisa menjadi sudut pandang yang berbeda. Y. Ying merupakan salah satu profesor wanita muslim termuda yang berkecimpung di bidang riset teknologi. Hebatnya lagi, Y. Ying telah menjadi profesor termuda dari salah satu kampus teknologi mentereng dunia, Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Cambridge, Amerika Serikat.

UU Cipta Kerja Dorong Kampus dan BUMN Buat Riset Berbasis Output

Dikutip dari World Story Today, Rabu 3 Februari 2016, wanita berhijab itu kini menduduki sebagai direktur eksekutif Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN). Selain itu, Y Ying menjadi penasihat di berbagai kampus lintas negara, misalnya duduk sebagai dewan penasihat komunitas Biological Engineering, Dewan Penasihat Ilmuwan Molecular Frontiers, dan King Abdullah University of Science and Technology Catalysis Center, Arab Saudi.

Profesor wanita muslim itu juga telah mendapatkan beberapa penghargaan dan profesor honoris causa dari King Saud University (Arab Saudi), Jilin University (China), Sichuan University (China), dan Nanyang Technology University (Singapura).

Jokowi: Segera Selesaikan Badan Riset Nasional

Selain itu, Y. Ying menjadi pemimpin redaksi Nano Today, jurnal akademik ilmu nano dan teknologi yang kerap mengulas karya dari para peneliti dunia.

Untuk karya tulisannya, Y. Ying telah memiliki 304 publikasi ilmiah, punya 150 paten utama yang kebanyakan telah dilisensi oleh perusahaan rintisan dan perusahaan multinasional.

Y. Ying juga turut menggagas dan mendirikan SmartCells, Inc., sebuah perusahaan yang mengembangkan fitur pengaturan otomatis dalam pengeluaran Insulin.

Jejak Y. Ying dalam dunia riset dan teknologi itu memang cukup  panjang. Dia dilahirkan di Taipei pada 1966. Tapi Y. Ying kecil menghabiskan bangku sekolah dasarnya di Raffles Girls, sekolah top di Singapura.

Saat usia 15 tahun, dia pindah dari Singapura ke New York mengikuti keluarganya. Y. Ying kemudian lulus sebagai sarjana dari Chemical Engineering dari The Cooper Union, New York pada 1987.

Wanita berkacamata itu langsung meneruskan pendidikannya. Pada 1988 dia mengambil program magister dari Princeton University, Amerika Serikat.

Pada usia 35 tahun, Y. Ying sudah menjadi profesor termuda di Institut Teknologi Massachusetts pada 2001, setelah menerima gelar doktor dari Chemical Engineering dari Princeton University pada 1988.

Atas berbagai pencapaian dan kemampuannya tersebut, Y. Ying telah mendapat penghargaan dari Mustafa Prize sebagai Top Scientific Achievement Award pada 24 Desember 2015. Dalam penghargaan itu, Y. Ying mendapatkan US$500 ribu atau Rp6,84 miliar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya