TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Riset: Lima Tahun Lagi, Smartphone Bakal Tamat

Smartphone kalah dengan kecerdasan buatan yang lebih interaktif.
Riset: Lima Tahun Lagi, Smartphone Bakal Tamat
Ilustrasi smartphone (REUTERS/Thomas Peter)

VIVA.co.id - Hasil penelitian dari penyedia layanan telekomunikasi dan teknologi Swedia, Ericsson menunjukkan dalam lima tahun ke depan, ponsel pintar (smartphone) bakal mati alias tamat.

Dikutip dari The Local, Rabu, 9 Desember 2015, fungsi smartphone bakal digantikan oleh kecerdasan buatan (artificial inteligence) yang dipandang pengguna smartphone bisa lebih interaktif tanpa harus terakses dengan layar sebuah perangkat ponsel atau tablet.

"Sebuah smartphone di tangan, pada dasarnya tidak praktis. Misalnya saat Anda mengemudi atau memasak, ada situasi yang mana keberadaan layar (perangkat) tidak bagus. Oleh karena itu, satu dari dua pengguna berpikir smartphone akan menjadi masa lalu dalam lima tahun ke depan," ujar peneliti Ericsson Consumer Lab, Rebecka Cedering Angstrom.

Dalam studi Consumer Lab Ericsson tersebut, Ericsson telah mewawancarai 100 ribu pengguna smartphone yang tergolong fasih dalam teknologi di Swedia dan 39 negara lain di dunia.

Studi ini menanyakan kepada responden tentang pendapat dan hasrat teknologi di masa depan. Studi ini dianggap mewakili suara dari 1,1 miliar penduduk dunia.

Menurut Angstrom kecerdasan buatan bisa menjalankan fungsi yang lebih kepada pengguna. Misalnya bisa lebih multitasking, bisa bekerja sebagai pengajar, penasihat keuangan sampai menjadi dokter.

Selain itu, kecerdasan buatan akan makin meningkatkan pengalaman waktu luang dari pengguna. Misalnya pengguna menonton pertandingan sepak bola dan di saat bersamaan tetap bisa memilih sebuah permainan dari lokasi berbeda tanpa dia berpindah tempat.

Dalam pernyataan terpisah, Kepala Riset Ericsson Consumer Lab, Michael Bjorn menyebutkan beberapa teknologi yang akan menjadi tren di masa depan.

Misalnya kecerdasan buatan dan perangkat virtual reality (VR) akan memberikan pengalaman paradigma interaksi serta menghadirkan internet dalam ke rumah secara lebih dekat.

"Ini berarti segera kita akan muncul kategori produk konsumer baru dan mengubah seluruh industri untuk mengakomodasi pengembangan ini," kata dia. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP