TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Balon Google Disilakan, OpenBTS Kreasi Bangsa Terpinggirkan

Pemerintah harus beri kesempatan teknologi alternatif lainnya.
Balon Google Disilakan, OpenBTS Kreasi Bangsa Terpinggirkan
Menkominfo Rudi Antara berjabat tangan dengan Vice President Project Loon Google Mike Cassidy usai penandatanganan kerjasama akses internet melalui Project Loon di Amerika Serikat, 28/10/2015 (Antara/Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id - Rencana implementasi teknologi Project Loon Google atau balon internet di Indonesia mendapat perhatian dari ICT Watch.

Sebagaimana diketahui implementasi itu akan dilaksanakan tahun depan di Indonesia setelah tercapainya kesepakatan uji coba antara Google dan tiga operator telekomunikasi seluler yaitu Indosat, Telkomsel dan XL Axiata. Uji coba balon internet itu akan menggunakan frekuensi 900 MHz dari para operator tersebut.

ICT Watch berpandangan jika implementasi balon internet itu mendapat restu dari pemerintah, maka pemerintah seharusnya juga memberikan kesempatan bagi implementasi teknologi lain.

"Untuk itu, pemerintah haruslah melakukan upaya yang sama agar teknologi alternatif, semisal OpenBTS, diperkenankan pula menggunakan frekuensi 900 MHz untuk penelitian dan pengembangannya," ujar Donny B. Utomo dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Jumat 30 Oktober 2015.

Donny mengatakan OpenBTS terbukti dapat melayani telekomunikasi rakyat di Wamena, Papua. Selain itu sejumlah pihak telah meneliti dan memanfaatkan OpenBTS secara terbatas, misalnya yang dilakukan Yayasan Air Putih dalam penyediaan infrastruktur komunikasi saat darurat bencana. Nilai lebih lainnya, OpenBTS juga hasil dari kreasi anak bangsa.

Namun sayangnya, tulis Donny, selama ini penelitan dan pengembangan OpenBTS di Indonesia, dan bahkan penerapannya di wilayah terisolir, belum mendapat dukungan yang memadai dari operator telekomunikasi Indonesia, dalam skema kerjasama bentuk apapun.

"Ketika bicara 'netralitas teknologi' pun kedaulatan teknologi, maka kini harapan tertumpu pada Kementerian Komunikasi dan Informatika memberi dukungan yang sama kepada OpenBTS dan teknologi alternatif lainnya, seperti halnya kesempatan kepada Project Loon Google," kata dia.

Untuk diketahui, 'netralitas teknologi' (technology neutrality), pada intinya yaitu mengharuskan suatu regulasi haruslah dapat diterapkan pula pada teknologi alternatif yang ada. Aturan itu tidak boleh hanya berlaku bagi jenis teknologi yang telah atau sedang digunakan saja atau yang dianggap unggulan saja.

ICT mengimbau kepada operator telekomunikasi Indonesia, hendaknya sepenuh hati mendukung penelitan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, semisal OpenBTS, yang bisa dilakukan anak bangsa.

Donny mengatakan selain belum adanya kemauan dari operator, implementasi OpenBTS terkendala soal regulasi yang menghambat kreativitas anak bangsa dalam UU Telekomunikasi No.36 tahun 1999. Untuk ICT memandang perlu segera revisi UU tersebut.

"Tapi kalau (operator dan pemerintah) niat sih, selalu ada jalan. Kerja sama sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan juga bisa sebenarnya," kata dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP