TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Nasib Apple-BlackBerry di Indonesia, Ini Kata Menkominfo

"Berapa besar pasar mereka?"
Nasib Apple-BlackBerry di Indonesia, Ini Kata Menkominfo
Menkominfo Rudiantara  (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id - Keputusan Apple dan BlackBerry urung mendirikan fasilitas perakitan di Indonesia menuai berbagai respons beragam.

Komitmen membangun fasilitas perakitan itu merupakan tindak lanjut dari keluarnya aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Salah satu poin penting dalam aturan itu komitmen pemenuhan kandungan lokal 30-40 persen. Aturan ini bakal diberlakukan 1 Januari 2017.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pun turut berkomentar mengenai masa depan bisnis kedua perusahaan global tersebut, jika pada tenggat tersebut belum bisa memenuhi kandungan lokal yang dimaksud.

"Konsultasi publik (aturan TKDN) kan sudah, makanya saya akan tandatangani (aturan) setelah saya duduk dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk membahas aturan hingga turunannya ke bawah," ujar Rudiantara ditemui di kantornya, Kamis, 28 Mei 2015.

Pria yang akrab disapa RA itu menambahkan aturan yang melibatkan tiga kementerian itu adalah Surat Edaran Bersama tiga menteri yaitu Menkominfo, Mendag dan Menperin. Ia optimis aturan itu bisa diteken pada akhir Juni nanti.

Ketika ditanyakan apakah Apple dan BlackBerry terancam tak bisa menjual produk mereka. Rudiantara tak banyak berkomentar. "Berapa besar pasar mereka?" ujar RA balik bertanya.

Rudiantara tampak enggan menjawab dengan tegas masa depan Apple dan Blackberry. Ia berkali-kali menjawab akan fokus pada penandatanganan surat edaran tiga kementerian.

Sebelumnya, pada Senin 25 Mei 2015, Direktur Industri Elektronika Telematika Kementerian Perindustrian, Ignasius Warsito mengungkapkan penundaan Apple dan BlackBerry membangun fasilitas pabrik di Indonesia untuk jangka lima tahun ke depan.

Namun, Warsito menyiratkan masa depan kedua perusahaan global itu tak akan terancam di pasar Indonesia.

Dia mengatakan dalam penetapan kandungan lokal itu, Kementerian Peridustrian akan menghitung melalui berbagai aspek yaitu software, hardware dan gabungan antara software dan hardware.

Jadi, menurutnya, jika hardware produk Apple dan BlackBerry belum terkandung unsur lokal maka kandungan lokal bisa dihitung dari sisi software.

Warsito mengatakan dalam TKDN akan melibatkan tiga kementerian yaitu Kemkominfo, Kemenperin dan Kemendag. Kemkominfo akan kebagian tugas untuk penetapan TKDN, Kemenperin bertugas terkait perhitungan TKDN sedangkan Kemendag akan memastikan komitmen investasi. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP