TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

Duka Pengguna Twitter untuk Polisi Muslim di Paris

Ahmed meninggal ditembak penyerang kantor majalah Charlie Hebdo.
Duka Pengguna Twitter untuk Polisi Muslim di Paris
Sejumlah pria bersenjata menembak seorang polisi yang terluka dari jarak dekat di luar kantor media satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu (7/1/2015).  (REUTERS/Handout via Reuters TV)

VIVAnews - Penyerang kantor media Charlie Hebdo, di Paris tak hanya brutal memberontong kantor majalah itu dengan tembakan. 

Usai puas memberondong kantor, pelaku penyerangan secara brutal juga menembak polisi muslim, Ahmed Merabet, yang tengah berada di sekitar kantor majalah tersebut. Ahmed pun akhirnya tersungkur dan meninggal setelah ditembak penyerang.

Meninggalnya Ahmed kemudian menjadi perbicangan hangat di Twitter. Pengguna Twitter seluruh dunia turut berbelasungkawa dengan gugurnya Ahmed dengan menyertakan tanda pagar #JeSuisAhmed yang berarti 'saya Ahmed'. Pengguna menyerang kebrutalan tersebut.

Sejak insiden itu, pada trending topic Twitter di global muncul tagar yang menunjukkan keprihatinan peristiwa itu, diantaranya #Charliehebdo, #JeSuisCharlie dan #JeSuisAhmed.

Salah satu cuitan yang mendapatkan perhatian adalah cuitan @Aboujahjah. Pengguna ini menuliskan bagaimana Ahmed tetap menghormati kebebasan berekspresi, meski pun ia menyadari majalah Charlie Hebdo telah menghina keyakinannya sebagai seorang muslim.

"Saya bukan Charlie, saya Ahmed, polisi yang tewas. Charlie menghina keimanan dan budaya saya dan saya mati mempertahankan hak," tulis Pengguna dnegan nama Dyah Abou Jahjah.  Cuitan ini mendapatkan retweet hingga 16 ribu dan difavoritkan 11 ribu pengguna.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP