TEKNOLOGI

Samsung Hadirkan LED TV di Indonesia

Dibandingkan TV LCD biasa, TV jenis LED mengonsumsi listrik sekitar 40 persen lebih hemat.
Rabu, 6 Mei 2009
Oleh : Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Samsung LED TV B8000

VIVAnews - Memperkuat pasar LCD TV-nya, Samsung hari ini menjadi pelopor LED TV Full HD dengan meluncurkan seri B8000, B7000, B6000. Pada spesies TV barunya ini, Samsung mengadopsi teknologi Light Emitting Diode sebagai sumber cahaya utamanya, yang dapat menghasilkan rasio kontras sangat tinggi, lebih ramah lingkungan, hemat listrik, dan lebih slim dibandingkan LCD TV biasa yang menggunakan sumber cahaya CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamps).

Kesemua jajaran TV LED barunya ini memenuhi panduan Energy Star versi 3.0 yang mampu memotong konsumsi listrik cukup signifikan, yakni sekitar 40 persen dibandingkan LCD High Definition dengan ukuran yang sama. Sementara untuk desainnya, Samsung menciptakan solusi ultra slim wall mount untuk mengurangi jarak antara TV dan dinding hingga 0,6 inci. Jarak tersebut 2 inci lebih rapat dibanding LCD TV biasa.

“Tiga TV LED ini memiliki refresh rate hingga 200Hz, empat kali lebih baik dibandingkan TV lain,” kata Didi Rahardja, Group Head Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, usai peluncuran LED TV Samsung di Atrium Senayan City, 6 Mei 2009. “Yang diunggulkan kali ini adalah fitur terbarunya yakni Samsung Media 2.0, fitur konektivitas yang terdiri dari content library, USB 2.0 movie dan DLNA nirkabel. Fitur ini hanya ada di B7000 dan 8000,” ucap Didi.

Menurut Didi, Samsung B8000, sebagai produk unggulan juga mendapatkan penghargaan sebagai ultra slim LED Full HD TV dengan teknologi automotion plus 240Hz pada event CES 2009 yang berlangsung di Las Vegas, 8-11 Januari 2009.

Produk top of the line, B800 akan tersedia mulai bulan Juni dalam ukuran 55 inci dan dijual di kisaran harga 70 juta rupiah. Seri B7000 tersedia dalam 3 varian ukuran yakni 40, 46, 55, dan tersedia mulai bulan Mei dengan harga kisaran 33, 43, dan 60 juta rupiah. Seri B6000, yang merupakan seri paling rendah tersedia dalam ukuran 40 dan 46 inci pada bulan Mei ini di kisaran harga 29 dan 40 jutaan.

“Di tahap awal, distribusinya mungkin hanya di sekitar kota besar karena pasarnya yang niche,” kata Didi. “Produk ini awalnya akan tersedia di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, Pekan Baru, dan beberapa kota besar lainnya,” ucap Didi.

TERKAIT
    TERPOPULER