TUTUP
TUTUP
TEKNOLOGI

2016, Nokia Bakalan "Bangkit dari Kubur"?

Setelah didepak, Bokia bisa gandeng Jolla, ponsel besutan Finlandia.
2016, Nokia Bakalan "Bangkit dari Kubur"?
Nokia saat memperkenalkan salah satu produk anyar (Phonearena)

VIVAnews - Produsen ponsel asal Finlandia, Nokia memang tengah mendapat tantangan bisnis ponsel. Binis ponsel perusahaan tengah merosot, bahkan brand Nokia kini didepak dari lini ponsel pintar Lumia.

Selama 19 bulan ke depan, ponsel pintar Lumia hanya akan memakai brand Microsoft secara eksklusif. Hal ini muncul seiring penyelesaian akuisisi divisi perangkat dan layanan Nokia oleh Microsoft yang telah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Namun, Nokia dilaporkan tak tinggal diam. Perusahaan ponsel yang bergaya era akhir 90-an dan awal millenium ini bakal merintis jalan kebangkitan.

Melansir Forbes, Senin 27 Oktober 2014, ambisi itu dilontarkan Kepala Keuangan Nokia, Timo Ilhamoutila. "Kami tentu akan secara hati-hati menilai apa yang akan jadi jalan terbaik bagi kami untuk memaksimalkan nilai brand Nokia," ujar dia.

Misi kebangkitan itu, kata dia, juga mempertimbangkan posisi Nokia yang saat ini sudah berada dalam 'kuasa' Microsoft.

"Kami mempertimbangkan kemungkinan  menggunakan brand dan kami mengakui brand Nokia adalah paling berharga dari perspektif perangkat dan ponsel mobile. Dan kami tidak bisa pergi pada saat ini," ujarnya.

Diketahui meski didepak Microsoft, brand Nokia masih akan muncul, namun hanya dalam lini ponsel fitur saja.

Dilaporkan untuk meniti jalan kebangkitan, salah satu jalur potensial yang bisa dilakukan yakni menggandeng Pusat Pengembangan Dan Riset ponsel pintar Jolla yang ada di Helsinki, Finlandia.

Jolla merupakan perangkat yang dikembangkan mantan karyawan Nokia. Ponsel Jolla menjalankan sistem operasi Sailfish. Dengan menggandeng Jolla, disebutkan merupakan cara yang paling realistis untuk Nokia kembali bersaing di pasar ponsel pintar, dan Nokia bisa memunculkan ponsel pintarnya lagi pada 2016 mendatang.

Tantanganya yakni bagaimana meyakinkan tim Jolla untuk melakukan upaya kebangkitan itu.

Sebelumnya, merosotnya bisnis Nokia tak hanya membuat prihatin perusahaan itu, Perana Menteri Finlandia, Alexander Stubb, bahkan turut geram dengan performa merosot Nokia. Pasalnya, Nokia merupakan salah satu industri andalan yang menopang perekonomian negara.

Stubb bahkan menyalahkan kehadiran iPhone dan iPad yang merusak bisnis perangkat Nokia. Sang perdana menteri itu kemudian berjanji bakal membuat Nokia berkibar lagi. (ita)

Baca juga :

PM Finlandia: iPhone dan iPad Hancurkan Industri Andalan Kami

Akhir Pilu 34 Tahun Kejayaan Nokia di Bisnis Ponsel

Ini Tugas Berat Menkominfo Baru

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP