TEKNOLOGI

Rompi Ini Bisa Jadi Tukang Pijat Pribadi

Bisa memijat badan hingga rileks selama 20-30 menit.

ddd
Jum'at, 7 Juni 2013, 14:44
Mahasiswa UGM ciptakan rombi pijat
Mahasiswa UGM ciptakan rombi pijat (VIVAnews/Daru Waskita)
VIVAnews - Selama ini, rompi hanya digunakan untuk melindungi bagian dada saat berkendaraan atau sebagai penghangat tubuh ketika cuaca dingin. Namun, di tangan mahasiswa UGM, rombi diubah menjadi alat pijat.

Rompi yang berbahan parasit tersebut terpasang delapan unit pijat (trigger point) getaran mekanis. Masing-masing unit pijat dilengkapi enam titik infra merah untuk relaksasi otot punggung.

Tingkat kecepatan getaran hingga 900 rpm bisa diatur lewat unit kontrol yang dipasang pada kantong depan rompi.

"Berat rompi hanya satu kilogram, dan menggunakan baterai Lithium 9,7 volt," kata Aris Prayitno, mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2010, Jumat 7 Juni 2013.

Aris menceritakan, rompi pijat ini memadukan ilmu teknik, sains dan kedokteran sehingga menghasilkan produk kesehatan portabel yang sengaja dirancang mengatasi pegal linu secara praktis.

"Rompi ini bisa dipakai relatif cukup lama, hingga 20-30 menit," jelasnya

Aris mengaku, tim membutuhkan waktu empat bulan untuk mengembangkan rompi pijat ini. Saat awal proses pembuatan, ia sempat kesulitan mencari motor getar untuk dipasang di rompi.

Mujur, ia seketika mendapat ide menggunakan motor berbandul dari stik atau controller PlayStation bekas. Sedangkan, unit pijat, ia memakai keset pijat refleksi.

"Sebelum jadi seperti ini, saya sudah empat kali gagal. Trial and error terus," paparnya.

Rp2 Juta

Selain praktis dan bisa dibawa ke mana-mana, rompi yang dibuat dengan biaya Rp2 juta ini diakui Aris memiliki tingkat keamanan yang baik. Pasalnya, rompi menggunakan arus DC yang tidak terlalu kuat, cukup dengan baterai 9,7 Volt.

"Kita sudah berkonsutasi dengan dosen. Rompi ini tidak menimbulkan setrum," ujarnya.

Selain Aris, desain rompi pijat ini juga melibatkan dua mahasiswa lain, yaitu Syifa Salma dan Hilma Tsurayya dari Fakultas Kedokteran, dibantu Agus Budiman, seorang mahasiswa prodi D3 Elektronika dan Instrumentasi, Sekolah Vokasi.

Syifa Salma menuturkan, penentuan titik lokasi pemasangan unit pijat tidak dilakukan sembarang, melainkan berdasarkan hasil anatomi letak posisi saraf, otot, dan pembuluh darah di daerah punggung,

”Jadi, pemilihan lokasinya dijadikan sebagai titik refleksi," katanya.

Sedangkan, keberadaan sinar infra merah menimbulkan rasa hangat sehingga bisa melenturkan jaringan kolagen kulit, di samping memicu hormon endorpin yang bisa mengurangi rasa nyeri.

"Nyeri di punggung akibat akibat pengumpulan asam laktat, bila asam laktat terurai, rasa nyeri berurang," katanya. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
awan.stio
08/06/2013
gak mungkin bisa berguna bagi orang lain karena ukuran tubuh manusia berbeda-beda dan titik syaraf juga berbeda perlu dipikirkan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com