TEKNOLOGI

VIDEO: Bagaimana Skema Kematian Matahari?

Didasarkan pada pengamatan pembentukan Cincin Nebula secara detail.
Senin, 3 Juni 2013
Oleh : Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Matahari (ilustrasi)
VIVAnews - Peneliti Vanderbilt University, Tennessee, AS, menggambarkan kemungkinan skema kematian Matahari.

Perkiraan itu didasarkan pada pengamatan pembentukan Cincin Nebula secara detail.

Dilansir Huffington Post, Senin 3 Juni 2013, Dr.C.Robert O'Dell, astronom Vanderbilt University mengatakan, pendalaman atas nasib Cincin Nebula dapat memberikan wawasan tentang kematian Matahari di masa depan.

Pengamatan terbaru dari teleskop ruang angkasa NASA, Hubble Space Telescope mengungkapkan, bagaimana bentuk sebenarnya serta bagaimana proses munculnya cincin itu.

Bentuk Bola

Disebutkan bentuk cincin itu sebenarnya bukan gambaran cincin seperti saat ini. Menurut pengamatan terbaru itu, Cincin Nebula malah berbentuk seperti bola dengan struktur tengah berwarna biru.

Struktur biru itu merupakan cahaya helium. Sementara di titik tengah cincin terdapat sebuah titik putih, yang merupakan radiasi dari bintang kerdil putih.

Kerdil putih ialah sisa-sisa bintang mirip matahari yang kehabisan bahan bakar hidrogen. Bintang ini melepaskan lapisan gas luarnya sehingga menghasilkan objek padat.

Hasil pengamatan juga mengejutkan tim O'Dell yang melihat ikatan gas tak teratur di sepanjang tepi bagian dalam cincin, terlihat seperti roda sepeda.

Kemudian, tentakel seperti gas terbentuk ketika perluasan gas panas didorong menuju gas dingin, yang dikeluarkan sebelumnya oleh bintang yang mati itu.

Ikatan gas ini lebih tahan erosi gelombang bahaya ultraviolet yang dilepaskan bintang.

Akhirnya, semua gas diusir oleh bintang pusat sekitar 4.000 tahun lalu. Bintang ini berukuran beberapa kali lebih besar dari Matahari. Setelah miliaran tahun mengubah hidrogen menjadi helium pada inti bintang, kemudian mulai kehabisan bahan bakar.

Setelah itu, ukuran menggelembung menjadi raksasa merah. Sepanjang fase ini bintang melepaskan lapisan gas luarnya ke ruang angkasa dan mulai runtuh sampai mati karena reaksi fusi.

Sementara cincin luar terbentuk saat gas yang bergerak lebih cepat menabrak materi yang bergerak lebih lambat. Nebula berkembang pada lebih 43 ribu mil per jam, tapi pusat Nebula bergerak lebih cepat dibanding perluasan cincin utama.

Cincin Nebula akan terus meluas selama 10 ribu tahun, sebuah fase singkat dalam masa hidup bintang. Dan, Nebula pada fase ini akan semakin samar sampai menyatu dengan medium antarbintang.

Kematian Matahari

Peneliti mengatakan, mempelajari Cincin Nebula akan memberikan wawasan kematian Matahari pada enam miliar tahun berikutnya. Disebutkan matahari kurang masif dari bintang nenek moyang Cincin Nebula, sehingga tidak berakhir melimpah.

"Saat matahari menjadi bintang kerdil putih, matahari akan memanas lebih lambat dan kemudian menyemburkan gas lapisan luarnya," ujar O'Dell.

Dalam analisis ini, tim peneliti juga memperoleh gambar dari teropong Large Bonocular Telescope Observatorium Mount Graham International, Arizona serta data spektroskopi dari San Pedro Martir Observatory, Baja California, Meksiko.

Berikut ini cuplikan video Cincin Nebula dalam tiga dimensi, yang dirilis oleh ESA:

TERKAIT
TERPOPULER