TEKNOLOGI

LIPI: Betul, Ada Potensi Gempa Besar di Selat Sunda

Lempeng di selatan Selat Sunda rawan terhadap patahan-patahan.

ddd
Senin, 3 Juni 2013, 17:24
Konsep Jembatan Selat Sunda (ilustrasi)
Konsep Jembatan Selat Sunda (ilustrasi) (PT Bangungraha Sejahtera Mulia )
VIVAnews - Hasil riset dari peneliti Australia dan Indonesia baru-baru ini mengungkapkan kawasan selatan Selat Sunda berpotensi memiliki kekuatan gempa sebesar 9 skala richter.

Berdasarkan temuan itu, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan bahwa hasil penelitian itu sah-sah saja dan perlu direspons dengan baik.

"Kenapa? Karena lempeng di selatan Selat Sunda memang sudah berusia tua dan rawan terhadap patahan-patahan," kata Iskandar kepada VIVAnews, di Jakarta, 3 Juni 2013.

Iskandar menjelaskan, di Indonesia sendiri belum ada prediksi-prediksi dari potensi kekuatan gempa, karena belum ada penelitian-penelitian dari kekuatan gempa yang akan terjadi.

Beda halnya dengan Jepang, yang sudah memprediksi kekuatan-kekuatan gempa dengan melakukan rentetan penelitian.

"Saya rasa Indonesia harus segera melakukan penelitian-penelitian serupa tentang lokasi dan potensi kekuatan dari sebuah gempa. Itu merupakan salah satu hal yang penting dilakukan," ujar Iskandar.

Iskandar juga tidak memungkiri, kawasan selatan Selat Sunda menyimpan potensi gempa megathrust (besar). Tapi, selama ini laporan dari gempa di sana rata-rata masih kecil-kecil, sehingga daerah itu dianggap tidak memiliki potensi gempa berkekuatan besar.

"Bukan berarti itu sesuatu yang bisa diabaikan. Saya rasa perlu dilakukan penelitian potensi gempa di sana terkait akan dibangunnya jembatan Selat Sunda," ujar Iskandar.

Untuk mengantisipasi gempa di selatan Selat Sunda, LIPI dan BMKG mencoba memetakan kembali potensi gempa di wilayah tersebut dengan memperbaharui data-data gempanya.

"Jika ada yang bertanya, amankah jembatan jika dibangun di Selat Sunda? Kami belum bisa menjawab, karena potensi gempa megathrust di sana memang ada. Fenomena gempa di Selat Sunda belum banyak yang kami pahami," ungkap Iskandar. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com