TEKNOLOGI

Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia.

ddd
Senin, 20 Mei 2013, 19:41
Gambaran Kota Atlantis yang hilang ditelan lautan
Gambaran Kota Atlantis yang hilang ditelan lautan  
VIVAnews - Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon, hilang ditelan bumi. Sampai saat ini, setidaknya ada ribuan buku telah ditulis ihwal legenda itu.

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.

Berdasarkan dua karya Plato itu, DR Danny Hilman Natawidjaja, menelurkan sebuah buku yang berjudul "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia."

"Konsep utama unsur pembentukan alam terdiri dari air, api, tanah, dan udara. Semua itu tertuang dalam dua karya Plato Timaeus dan Critias, jadi tidak mungkin Plato berbohong dan berkhayal," kata Danny Hilman, di sela acara Diskusi Bencana dan Peradaban dan Peluncuran Buku "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia," di Jakarta, 20 Mei 2013.

Danny menambahkan, dua karya Plato itu berasal dari manuskrip yang dimiliki oleh kakeknya yang didapat dari Mesir yang sudah ditranskip ke dalam bahasa Yunani.

Di karya Critias menyebutkan kalau Atlantis berasal dari 9.600 SM atau 11.600 tahun yang lalu. Atlantis dijelaskan sebagai wilayah tropis, bertemperatur sedang, berbentuk daratan besar yang sangat indah, subur, banyak sumber air, flora, fauna, dan bahan tambang logam mineral.

"Di karya itu juga dikatakan ada dua binatang buas di Atlantis. Apakah itu harimau atau komodo?" ujar Danny.

Mirip dengan Indonesia

Kesamaan Atlantis dan di Indonesia juga terlihat dari manuskrip kuno yang digunakan Plato untuk menjelaskan Atlantis, seperti adanya sungai, gunung berapi, masyarakatnya bisa membangun candi, habitat padat, masyarakat yang taat agama, patuh hukum, dan tidak mementingkan harta.

"Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia," kata Danny.

Ia juga menyampaikan, Atlantis hilang karena curah hujan yang sangat besar pada saat itu, sehingga menyebabkan banjir besar dan kemudian menenggelamkan Atlantis.

"Proses menghilangnya Atlantis tidak dalam waktu sehari semalam, tapi terjadi selama beribu-ribu tahun yang disebabkan banjir yang terus menerus datang," jelas Danny.

Sementara di karya Timiaeus, Plato menjelaskan, bukan hanya banjir yang menyebabkan hilangnya Atlantis. Tapi, masih banyak bencana lain yang menyebabkan musnahnya Atlantis dan peradabannya.

"Bencana-bencana di Indonesia juga sering terjadi, seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan lainnya. Dari konsep bencana katastrofi dan musnahnya peradaban, banyak juga peradaban di Indonesia yang hancur karena adanya bencana," tutup Danny. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
komen-ah
21/05/2013
Barangkali itu khayalannya Su-plato-no ya ?
Balas   • Laporkan
wr1945
21/05/2013
sedih, kalo atlantis di bilang ada di Indonesia, karena bangsa atlantis adalah bangsa yang mendapat bencana karena dosa-dosanya.... (jadi malu-maluin kalo atlantis ada di Indonesia)
Balas   • Laporkan
prama1
21/05/2013
dulu juga orang yg crt mengenai gunung padang sempat ditertawakan krn jauh dari akal sehat dan logika.Ternyata yang menertawakan dan mencemoohkan sekarang diam seribu bahasa.Ilmu pasti hny lah matematika,sedangkan sejarah penuh kesimpulan sementara
Balas   • Laporkan
ricuh
21/05/2013
wkwkwkwkwk mirip jepang juga ya kriteria nya. apa hawaii
Balas   • Laporkan
penonton1
20/05/2013
hahaha konyol amat, cari sensasi aza, Plato mengarang buku itu pun sambil mengkahyal juga, Plato sendiri ga pernah menemukan Altantis.
Balas   • Laporkan
bahasyir
20/05/2013
"Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia" --> kapan Plato pernah bilang bahwa "atlantis ada di indonesia." Tendensius dan menyesatkan. Plato hanya mengatakan bahwa atlantis ADA, tetapi TIDAK mengatakan lokasinya di indonesia.
Balas   • Laporkan
diaspora | 26/05/2013 | Laporkan
ya jelas aja waktu itu Indonesia blm ada...!
bahasyir
20/05/2013
"Di karya itu juga dikatakan ada dua binatang buas di Atlantis. Apakah itu harimau atau komodo?" ujar Danny.--> Menggelikan, kenapa hanya dibatasi harimau ATAU komodo. Tendensius sekali. bagaimana klo cheetah, beruang grizly, singa atau hyena?
Balas   • Laporkan
dredlord | 20/05/2013 | Laporkan
maklum sang author mau dagang buku.hehe


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id