TEKNOLOGI

Menkominfo Kritik Pedas Kualitas Konten Penyiaran

"Apa tidak ada hal yang lebih penting dari Eyang Subur?" tanya Tifatul

ddd
Kamis, 18 April 2013, 12:06
Menkominfo Tifatul Sembiring
Menkominfo Tifatul Sembiring (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Pertumbuhan industri penyiaran Indonesia dinilai bagus. Potensi ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat pelaku industri penyiaran untuk selalu menghasilkan konten-konten yang berkualitas.

Di sela pembukaan Indonesia Broadcasting Expo (IBX) 2013, hari ini di Balai Kartini, Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, pertumbuhan industri telekomunikasi dan penyiaran mencapai 10 persen.

"Artinya, ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional," kata Tifatul.

"Potensi sebesar itu harusnya memberikan semangat tayangan program berkualitas, terutama konten pada televisi. 90 persen orang Indonesia kan nonton TV," tandas Tifatul, yang merujuk pada konten saluran BBC Knowledge.

Menteri yang suka berpantun ini juga menyinggung para pelaku industri yang masih kerap mengantarkan konten penyiaran yang kurang berkualitas. Pemberitaan soal Eyang Subur pun diseret-seret.

"Apa tidak ada hal yang lebih penting lagi dibanding Eyang Subur? Jangan jadikan rating AC Nielson sebagai 'berhala' baru," ujar Tifatul. Dia pun meminta audit lembaga rating yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Kominfo juga berinisiatif membuat rating penyiaran secara mandiri, dengan menggandeng kalangan universitas. "Nanti kita akan lihat bagaimana tanggapan masyarakat," ucapnya.

Gelaran IBX 2013 diikuti sekitar 30 industri penyiaran Indonesia, meliputi seluruh TV nasional, TV jaringan, TV berbayar serta vendor telekomunikasi dan penyiaran.

IBX 2013 diselenggarakan selama tiga hari, 18-20 April 2013 di Balai Kartini, Jakarta. Selama tiga hari itu, pengunjung dapat menikmati seminar, workshop, dan hiburan acara televisi nasional secara langsung di tempat. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
iputrahidayat
21/04/2013
bukan hanya eyang subur saja yang ahrus di soroti.. tapi Sinetron di indoneisa.. acacara lawakannya(bukan acara lawakan sih, tepatnya acara hina meng hina)itu harap di perhatikan juga, masa rakyat Indonesia harus di jejali dengan acara-acara seperti itu ?
Balas   • Laporkan
arekndableg | 04/07/2013 | Laporkan
setuju mas brooww... kalau perlu di berikan reward and punish jika penayangan di luar standart rate


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com