TEKNOLOGI

Bagaimana Skenario Kepunahan Bumi?

Ketika hancur, Hawking meramalkan manusia akan meninggalkan Bumi.

ddd
Sabtu, 13 April 2013, 00:29
Ilustrasi Bumi dikelilingi sampah angkasa
Ilustrasi Bumi dikelilingi sampah angkasa (ESA)
VIVAnews - Dia bukan ilmuwan biasa. Dia adalah Stephen Hawking, fisikawan terkemuka dunia, yang kembali memperingatkan tentang kepunahan Bumi di masa depan.

Hawking mengatakan, Bumi terlalu lemah untuk menahan "perusakan" oleh manusia yang tiada habisnya. Menurut laporan Los Angeles Times, ia mengusulkan alternatif hunian lain di masa depan.

"Kita harus pergi ke luar angkasa untuk melanjutkan kehidupan," kata Hawking, dikutip Cnet, 13 April 2013.

"Yang jelas, manusia tidak akan bertahan dalam 1.000 tahun lagi. Satu-satunya cara adalah melarikan diri dari planet yang semakin rapuh ini, keseimbangan ekosistem alam perlahan-lahan akan hancur," tambahnya, di sela-sela kuliah di Cedars-Sinai Regenerative Medicine Institute, Los Angeles, Amerika Serikat.

Hawking berada di pusat kesehatan itu untuk melihat lebih dekat bagaimana peneliti menggunakan sel induk untuk mengembangkan pengobatan amyotrophic lateral sclerosis, atau ALS.

Penyakit ini dikenal dengan Lou Gehrig, yang membuat Hawking harus hidup di atas kursi roda selama 50 tahun.

Setelah melihat penelitian itu, Hawking menyejajarkan upaya para peneliti itu dengan upayanya dalam memahami aturan dasar alam semesta.

"Jika Anda memahami bagaimana alam semesta bekerja, Anda bisa mengendalikannya dengan sebuah cara," kata penulis A Brief History of Time ini kepada Los Angeles Times.

Hawking yang telah mempelajari lubang hitam (black hole) dan bagaimana partikel perilaku yang menelan cahaya, sudah lama jadi penggemar perjalanan luar angkasa dan eksplorasi antariksa.

Selama bertahun-tahun, Hawking telah menyarankan untuk memulai pencarian planet baru yang dapat dihuni.

Pada tahun 2006 silam, ia sudah berkata soal masa depan manusia dalam menghadapi kepunahan, serta kemampuan manusia untuk menemukan tempat lain yang layak huni di alam semesta.

"Satu-satunya kesempatan untuk melangsungkan hidup manusia dalam jangka panjang adalah tidak menetap di Bumi, tetapi menyebar ke ruang angkasa," tuturnya, tahun 2012 silam. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
babi-ngepet
13/04/2013
Ngga usah lama2 dehhh... Mr Hawking ..bumi akan punah..nih besok si gembul Kim Jong Un..mau perang..kalau emang bener ada Rudal Nuklir..Lusa sudah kiamat dehh..apalagi kalau di bales sama Amrik...kiama dehhh
Balas   • Laporkan
vebryssone
13/04/2013
sain atau ilmu pengetahuan tidak dibatasi oleh agama, kitab suci atau apapun, yg membatasi nya adalah kemampuan manusia, sains adalah pembuktian, dan apa yg dikatakan hawking tergantung kemampuan manusia nanti.
Balas   • Laporkan
iron maiden
13/04/2013
heran sekali dgn komentar orang2 dibawah ini, alam semesta ini berusia 13,7 milyar tahun, dan bumi baru ada 4,5 milyar tahun lalu,sepanjang sejarahnya alam semesta selalu terjadi kehancuran dan penciptaan,jika bumi kiamat bukan seluruh alam semesta
Balas   • Laporkan
haryosuman
13/04/2013
hal itu bukan ilmu baru, jauh tahun sebelum hawking, lahir ke bumi, sdh dijelaskan scra gamblang dan panjang lebar di KITAB SUCI empat belas abad yang lalu (1400H), bahwa kerusakan bumi/hancurnya dunia ini akibat ulah tangan2 manusia itu sendiri
Balas   • Laporkan
iron maiden | 13/04/2013 | Laporkan
ah itu khan versi arab dari kebenaran2 yg ada di kitab terdahulu, nabi2 nya saja copy paste dari kitab2 terdahulu, bedanya nabi2 yahudi mendadak jadi arab wkwkwk
khairin | 13/04/2013 | Laporkan
setuju kang, mereka bakalan liat apa itu kebenaran
gintunganringin
13/04/2013
Yg saya tahu dr Al Quran, manusia hanya diturunkan di bumi, gak ada yg di planet lain. Andai ilmuwan2 itu jg baca Al Quran pasti penelitiannya akan selalu merujuk Al Quran, jadi bisa efektif tdk ngombro-ombro
Balas   • Laporkan
dulkamid
13/04/2013
Yang namanya ada awal pasti ada akhirnya. Kecuali yang tidak berawal tentu tidak berakhir, itulah Sang Pencipta. Celakanya, Hawking tidak meyakini hal ini. Kalau baca bukunya riwayat sang kala, sulit untuk tidak mencap si jenius ini atheis.
Balas   • Laporkan
hus4inie
13/04/2013
jangan hanya dengan pertimbangan otak saja, namun bathin tidak diseimbangkan.
Balas   • Laporkan
mursyidb47
13/04/2013
Mau lari ke planet manapun kalau dah waktunya kiamat bakal hancur semua ,Hawking beberapa tahun lagi juga dia bakal kiamat duluan
Balas   • Laporkan
mardi.cakra
12/04/2013
Hawking kementus,50 thn hanya dikursi roda,masih saja menentang
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com