TEKNOLOGI

Mana Lebih Murah, Produksi iPhone 5 atau Galaxy S4?

Selisih antara keduanya hampir Rp500.000 per unit.

ddd
Senin, 8 April 2013, 17:31
Samsung Galaxy S4 dan Apple iPhone 5
Samsung Galaxy S4 dan Apple iPhone 5 (ndtv.com)
VIVAnews - Kompetisi antara Samsung dan Apple terus berjalan dan makin panas. Perusahaan Korea Selatan mengandalkan generasi terbaru smartphone, Galaxy S4, sementara Apple menjagokan iPhone 5.

Namun, meski Samsung Galaxy S4 unggul telak dibandingkan iPhone 5, ada satu hal yang membuat Apple lega. Bila ditinjau dari aspek biaya produksi, menurut lembaga riset pasar HIS iSuppli, ternyata ongkos membuat Samsung Galaxy S4 lebih mahal dibandingkan iPhone 5.

Cbsnews melansir, 8 April 2013, iSuppli menunjukkan iPhone 5 versi terendah, versi 16 GB, memakan biaya produksi US$196, setara Rp1,9 juta. Biaya ini sudah termasuk material.

Untuk versi 32 GB, biaya produksinya diperkirakan US$217, atau setara Rp2,1 juta, dan versi 64 GB merogoh US$238, atau sekitar Rp2,33 juta.

Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S4 model 16 GB memakan biaya produksi sekitar US$244, atau setara Rp2,39 juta, per unit. Harga itu termasuk US$236 untuk material dan US$8,5 untuk proses produksi.

Berdasarkan paparan di atas, jelas biaya produksi Galaxy S4 lebih mahal US$48, atau Rp470 ribu, per unit dibandingkan iPhone. Sementara ongkos produksi untuk versi S4 LTE versi 16 GB, lebih murah US$3, atau Rp29 ribu.

Dibandingkan Galaxy S III

Perkiraan biaya produksi Samsung, menurut pengakuan IHS, tidaklah pakem dan bisa jadi biaya produksi akan berubah, setelah perusahaan benar-benar mengambil pengerjaan bagian perangkat iPhone.

Estimasi sementara menunjukkan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi S4 lebih besar secara signifikan ketimbang pembuatan S3 yang hanya US$213 atau Rp2,08 juta.

Samsung menyebutkan, ini disebabkan adanya peningkatan komponen pada S4.

"Meski perangkat keras S4 tak berbeda secara radikal dari S3 yang diperkenalkan April 2012, biaya S4 sudah termasuk beberapa update komponen penting yang meningkatkan fungsi dan biaya bill of material (BOM)," kata Vincent Leung, analis senior standar biaya IHS, dalam pernyataannya.

BOM merupakan daftar biaya material mentah, termasuk perakitan, bagian dan kuantitas semua yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah produk akhir.

"Di antara upgrade itu, yaitu layar full HD yang lebih luas, peningkatan prosesor, dan peningkatan sensor baru yang menetapkan rekor tertinggi untuk jumlah perangkat dalam desain smartphone," tambahnya.

Biaya smartphone Samsung yang lebih tinggi memberikan keuntungan bagi Apple. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini mengalokasikan uang perusahaan untuk inovasi, pemasaran produk sampai meningkatkan kompetisi harga. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id