TEKNOLOGI

Dilelang, Surat Einstein Tentang Tuhan

Ditulis untuk membantah kliam seorang filsuf Yahudi, Eric B. Gutkind.

ddd
Minggu, 7 Oktober 2012, 09:37
Albert Einstein
Albert Einstein (http://alberteinsteinquotes.info)

VIVAnews -- Albert Einstein diakui sebagai fisikawan terbesar di abad ke-20. Seorang jenius yang dari pikirannya tercipta banyak ide brilian di bidang fisika dan matematika. Spesimen otaknya bahkan jadi obyek penelitian para ilmuwan yang ingin menguak kecerdasannya.

Selain otaknya itu, ada sebuah surat yang menguak pemikiran Einstein. Tentang pertanyaan manusia yang paling mendalam: keberadaan Tuhan.

Surat pribadi yang ditulis Einstein, tentang pandangannya tentang Tuhan dan agama akan dilelang Senin 8 Oktober 2012 di eBay. Dalam suratnya itu ia menyebut, keputusan seseorang untuk memeluk agama dan meyakini Tuhan adalah "kekanakan", dan anggapan bahwa Yahudi adalah orang-orang terpilih sebagai "konyol".

"Ini adalah obyek paling bersejarah dan penting yang pernah dilelang dalam eBay," kata  Eric Gazin, direktur Auction Cause, agensi lelang kepada LiveScience. "Kami sangat bangga bisa menawarkan pada individu atau organisasi sebuah dokumen yang paling menarik dari abad ke-20. Surat pribadi Einstein yang mengaitkan ilmu pengetahuan, teologi, logika dan budaya."

Surat itu ditulis tangan oleh Einstein untuk seorang filsuf Yahudi,  Eric B. Gutkind pada 3 Januari 1954, setahun sebelum kematian Einstein. Sebagai respon dari buku Gutkind, "Choose Life: The Biblical Call to Revolt".

"Bagiku, agama Yahudi sama dengan agama lain, sebagai inkarnasi dari mitos yang kekanakan,"kata Einstein dalam suratnya.

Ia juga tak melihat bangsa Yahudi sebagai orang-orang terpilih, klaim mereka selama ini. "Orang-orang Yahudi tidak punya perbedaan kualitas dengan kelompok lainnya. Sejauh pengalamanku, mereka juga tidak lebih baik dari lainnya." 

Konteks surat Einstein adalah untuk membantah klaim Gutkind dalam bukunya, yang menyebut hipnotis massal merusak umat manusia saat itu. Kecuali jiwa orang Yahudi, bahwa jiwa orang Israel tak bisa dihipnotis.

Jadi, apakah Einstein percaya Tuhan? Jawabannya, bisa ya, bisa juga tidak.

Dalam surat berbeda yang ditulis 24 Maret 1954, Einstein menulis, "Itu jelas sebuah kebohongan, saat Anda membaca soal keyakinan agamaku. Sebuah kebohongan yang diulang-ulang secara sistematis," tulis Einstein.

"Aku tak meyakini Tuhan secara personal, juga tidak pernah menyangkalnya. Aku tak pernah menyatakannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diriku yang bisa disebut sebagai agama, itu adalah kekaguman tak terbatas pada struktur alam semesta, yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan."

Kembali ke suratnya pada Gutkind,  Einstein menulis, "Tuhan tak lebih dari ekspresi dan produk kelemahan manusia."

Tulisan Einstein yang dikenal dengan 'Surat Tuhan" bukan kali pertamanya dilelang. Pada 2008, seorang pembeli anonim membeli surat itu dari Bloomsbury Auctions di London seharga  US$$404 ribu, 25 kali lipat dari harga yang ditawarkan, menurut artikel New York Times. Harganya kini melonjak, nilai pembuka dalam lelang yang akan dibuka 8 Oktober adalah US$3 juta.

Surat itu kini disimpan dalam kondisi suhu lingkungan dengan cahaya dan kelembaban yang dikendalikan oleh sebuah institusi yang khusus  merawat koleksi warisan budaya.

Karena surat tersebut telah diketahui kalangan ilmuwan selama 50 tahun, belum ada pertanyaan soal keasliannya. Amplop otentik surat itu memuat perangko dan cap pos dari Princeton, di mana Einstein tinggal hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Sumber: LiveScience



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nasrulalimuddin
29/10/2012
Einstein kykx benar2 menemukan kkoxolan org2 Yahudi... melantik manusia jd Tuhan kmdian mngakuinya dn memeluk agamax adalh sm halx sifat 'kekanakan'....
Balas   • Laporkan
febong.koreani
14/10/2012
hmm, harusnya ini gk diposting, biar gk jadi perang antar agama... kalo gini kan mending balik aja ke zaman penjajahan sebelum kita merdeka, dripada kita udh merdeka tpi msh aja ada percekcokan... :'(
Balas   • Laporkan
aasaj
08/10/2012
terima kasih Tuhan kristen bukan agama karena Dia datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, satu2nya pribadi yang tahu akan kematian dan pernah pergi kedunia orang mati ya Jesus..Dia punya kunci kerajaan maut..ada yang lain???
Balas   • Laporkan
nasrulalimuddin | 29/10/2012 | Laporkan
mn ad Manusia jd Tuhan, tdk logis banget, hx krn nenek moyangmu mengakuix sbgi Tuhan trus qm ikut2n mengakuinya jg,,, kyk tdk puxa pikiran, krjax cmn ikut2an... Jk Yesus mmg Tuhan, shrusx dia tdk jd pecundang d depan ciptaannya (manusia), atw shrusx dgn s
andre.septiano | 14/10/2012 | Laporkan
Jadi kalian benci agama gue
thian.vermeuleun | 10/10/2012 | Laporkan
saya benci sama islam, karna ajaran mengatur semua sendi kehidupan, bahkan hubungan suami istripun ada aturannya, sangat2 sempurna, agama lain setelah saya pelajari ga sesempurna itu, bahasanyapun alquran sangat indah yang tidak mungkin dibuat manusia, se
muhammad.nurfadli.9
08/10/2012
penganut kebenaran yang tak benar.. einstein..einstein.. nasibmu jelas2 JELAS..
Balas   • Laporkan
andre.septiano | 14/10/2012 | Laporkan
bner tuh,masa bedain agama pke logika
weja
08/10/2012
betul kata Einsten : "anggapan bahwa Yahudi adalah orang-orang terpilih sebagai "konyol". (janganlah Sombong krna tdk semua orang itu baik)
Balas   • Laporkan
cale
07/10/2012
ilmu tanpa iman ya begini jadinya,.. keblinger sendiri.
Balas   • Laporkan
andre.septiano | 14/10/2012 | Laporkan
ya tuh
zanzibar
07/10/2012
seseorang untuk memeluk agama dan meyakini Tuhan adalah "kekanakan", dalam sekali ini maknanya
Balas   • Laporkan
kun19
07/10/2012
"Bagiku, agama Yahudi sama dengan agama lain, sebagai inkarnasi dari mitos yang kekanakan," kata yang mencerahkan...
Balas   • Laporkan
sibermetri
07/10/2012
bahkan tokoh terhebat yahudi sendiri MENOLAK klaim "superioritas bangsa yahudi". tapi kenapa banyak orang nasrani mendukung superioritas bangsa yahudi sebagai bangsa pilihan tuhan. siapa pencetus pertama klaim itu yang kontra dengan pendapat einstein.
Balas   • Laporkan
armandekanova
07/10/2012
kecerdesan manusia ada 3, yaitu iq, eq, n sq. jadi sepintar apapun iq manusia, belum dapat menentukan keberhasilan manusia. einstein juga manusia, semua juga masih perlu belajar, terbukti ada beberapa temuan beliau yang salah di abad 20.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id