TEKNOLOGI

NTB Siapkan Peringatan Dua Abad Gunung Tambora

Ahli kegunungapian dan geologi dunia akan diundang di peringatan akbar
Senin, 1 Oktober 2012
Oleh : Elin Yunita KristantiEdi Gustan (Mataram)
Foto gunung Tambora bidikan NASA

VIVAnews -- Provinsi Nusa Tengara Barat menyiapkan pesta perayaan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 2015 mendatang. Persiapan perayaan dua abad letusan Gunung Tambora itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi di Mataram mengatakan peringatan dua abad letusan Gunung Tambora itu merupakan bagian dari sejarah yang penting bagi kemanusiaan juga bagi dunia. “Kalau 2012 ini menjadi puncak pariwisata NTB dengan program Visit Lombok Sumbawa 2012, maka kami akan menyiapkan perayaan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 2015 mendatang,” kata Zainul Majdi saat meresmikan Santika Hotel di Mataram Senin 1 Oktober 2012.

Meletusnya Gunung Tambora pada 1815 menjadi salah satu yang perhatian masyarakat dunia yang cukup fenomenal. Terlebih letusan Gunung Tambora itu menjadi yang terdahsyat di nusantara setelah letusan yang memunculkan Danau Toba. “Konon kekalahan Napoleon itu salah satunya diakibatkan oleh letusan Gunung Tambora yang memunculkan musim dingin berkepanjangan," kata dia.

Pada 11 April 1815, Gunung Tambora mengamuk dahsyat. Letusannya mengguncang bumi hingga jarak ratusan mil -- terasa sampai Eropa dan Amerika Utara. Jutaan ton abu dan debu memenuhi udara, mengubah siang menjadi gelap pekat.

Selama lebih dari 10 hari, Tambora mengeluarkan 24 kubik mil lava dan bebatuan gunung. Dahsyatnya letusan itu memunculkan kawah selebar 3 mil dengan kedalaman hampir 1 mil di puncak Tambora. Lelehan lava panas, batu yang beterbangan, dan gas mematikan yang ke luar dari perut Tambora, menewaskan puluhan ribu orang.

Sebelumnya pemerintah NTB mulai mempersiapkan pedoman teknis terkait peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora. Seluruh ahli geologi dan kegunungapian dunia akan diundang untuk meramaikan kegiatan akbar tersebut.

Bahkan terdapat tiga agenda besar yang sedang dipersiapkan yakni sosialisasi mengenai kondisi alam Tambora, pengumpulan situs-situs yang ditemukan di sekitar gunung, dan pengembangan infrastruktur termasuk pariwisata.

Selain itu NTB juga sedang mencatat temuan-temuan terbaru terkait kondisi geologis Tambora akibat  letusan dahsyat pada 10 April 1815 yang letusannya tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Meski sudah tak lama aktif, Tambora masih menarik perhatian. Astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), pada tahun 2009, mengabadikan kaldera Tambora dari luar angkasa.

Kaldera Tambora berdiameter 6 kilometer dan sedalam 1.100 meter. Kawah ini terbentuk saat Tambora yang saat itu tingginya sekitar 4.000 meter kehilangan puncaknya dan ruang magma dikosongkan dalam letusan dahsyat tahun 1815. Kawah Tambora menjadi danau air tawar, yang juga diisi aliran lava minor dan kubah dari abad ke-19 dan ke-20.

Pada tahun 2004, para ilmuwan menemukan sisa-sisa peradaban kuno dan kerangka dua orang dewasa yang terkubur abu Tambora di kedalaman 3 meter. Diduga, itu adalah sisa-sisa Kerajaan Tambora yang tragisnya 'diawetkan' oleh dampak letusan dahsyat itu.

Penemuan situs itu membuat Tambora punya kesamaan dengan letusan Gunung Vesuvius di abad ke-79 Masehi. Peradaban di Tambora lantas sebagai "Pompeii di Timur." Pompeii adalah nama kota Romawi di dekat Naples, Italia yang disapu oleh letusan dahsyat Gunung Vesuvius. Kota tersebut terkubur di bawah timbunan abu raksasa dan lenyap selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali secara tidak sengaja. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER