TEKNOLOGI

UGM-Lapan Siap Produksi Roket Berhulu Ledak

Ini proyek ambisius Lapan. "Ujung-ujungnya, roket kita mampu antarkan benda ke angkasa."

ddd
Jum'at, 8 Juni 2012, 08:07
uji coba roket R-Han 122 MM
uji coba roket R-Han 122 MM (Dokumentasi Kemenhan)

VIVAnews - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM) dalam rangka pengembangan teknologi industri roket di tanah air.

Menurut rencana, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.

Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, mengatakan teknologi roket perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan persenjataan pertahanan negara. Di samping itu, pengembangan juga diperlukan untuk pemanfaatan roket bagi kesejahteraan masyarakat kendati teknologi ini tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Ketika dokter dan guru tidak ada, orang akan protes. Tapi kalau tidak ada roket, orang tidak akan protes karena roket tidak bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen politik,” kata Pratikno, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 8 Juni 2012.

Manurut Pratikno, pengembangan roket menjadi pilihan kebijakan strategis kepentingan jangka panjang yang seharusnya menjadi perhatian negara. “Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil yang penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM siap kerja sama terhadap hal yang penting dan strategis ini,” katanya.

Jangkauan 20 Kilometer

Staf Ahli Pertahanan dan Keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., DIC, mengatakan Kemenristek tengah merencanakan produksi roket hasil pengembangan Lapan. Roket tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan sebagai pengganti roket yang dibeli dari luar negeri.

Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.

Hari Purwanto menjelaskan, roket menjadi salah satu teknologi penting yang krusial untuk segera dikembangkan secara mandiri oleh Indonesia. Selama ini, Indonesia lebih banyak mengandalkan roket yang dibeli dari negara lain. ”Roket dikembangkan untuk kepentingan-kepentingan kesejahteraan, misalnya menambah alat utama sistem pertahanan (alusista) sehingga kemanfaatan roket mendesak untuk segera dikembangkan mengingat negara-negara lain telah memiliki teknologi roket mandiri,” tuturnya.

Selain roket, Kemenristek juga tengah mengembangkan teknologi pesawat tempur bersama Korea Selatan dengan nama Fighter Indonesian Experiment. “Kita juga sudah membuat panser sendiri dan telah diekspor ke beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei, dan Filipina. Ini merupakan langkah positif dan diharapkan bisa semakin berkembang," ujarnya.

Kepala Lapan, Drs. Bambang Setiawan Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program produksi roket merupakan proyek ambisius Lapan. Pasalnya, sedikit negara yang telah memiliki program pengembangan roket, antara lain Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang, Korea Utara, Iran, dan Pakistan.

“Kita dalam proses untuk mengembangkan. Ujung-ujungnya, roket yang kita hasilkan mampu mengantarkan benda ke luar angkasa,” katanya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
saputra_92
09/06/2012
siip
Balas   • Laporkan
danaagus81
08/06/2012
Maju terus indonesia.......
Balas   • Laporkan
wayan_bluess
08/06/2012
Mas2 dan mba2 maklum MYBEST baru lagi belajar bikin koment,,jadi jgn pada marah ya...ini anak TK ditanya Makan apa? jawabnya WARNA MERAH..jadi harap maklum
Balas   • Laporkan
asalamina | 08/06/2012 | Laporkan
like this
wayan_bluess
08/06/2012
Namanya juga baru uji coba 20KM itu hal yang bagus, mengingat ini dananya sangat mahal,,mungkin nanti kalau sdh deal dan siap dikembangkan mungkin jangkauannya sampai 20.000 Km..
Balas   • Laporkan
lylod
08/06/2012
mungkin di mulai dari 20KM kemudian 200KM lalu 2000KM lalu 20.000KM semua tidak ada yang tahu...
Balas   • Laporkan
indoforum.org
08/06/2012
20 KM ... kalau uji coba di kalimantan aja.. sasaran nya di malaysia.... wakakakakaa
Balas   • Laporkan
yosienst | 09/06/2012 | Laporkan
ngakak ane baca komen agan yang satu nich... hehehehe...
byu27
08/06/2012
Sesuatu yang besar dimulai dari hal yang kecil. Sesuatu yang kecil harus mulai dilakukan sebelum terjadi.
Balas   • Laporkan
arissangpejuang
08/06/2012
komentar kok negatif aj,inovasi itu perlu di berikan dukungan bukan celaan
Balas   • Laporkan
nebraska73
08/06/2012
Low ga salah baca,dulu Indonesia nah bikin roket sendiri,namanya KARTIKA..apa iya ya?
Balas   • Laporkan
mybest
08/06/2012
woi.. UGM, selesain dlu tuh masalah macet di sekitar kampus, gak usah masalah roket segala
Balas   • Laporkan
asalamina | 08/06/2012 | Laporkan
ga nyambung.............
romeo1 | 08/06/2012 | Laporkan
hahaha.... Ga nyambung Gannn........... artikelnya tu apa, ehh loe mlh komennya ke antah berantah... ngakak sampe mules gue lht komen loe..... *ROFL
mbx2010 | 08/06/2012 | Laporkan
wwkwkkwkwkw..ada ya org kyk gini....gmn indonesia mo maju....sempitttt pikiran lu..., gw bangga klo indonesia uda mo ngembangin teknologi gini...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id