TEKNOLOGI

KFC Perkuat Jaringan Delivery System

Lewat jaringan Lintasarta, pemesanan Call Center akan diteruskan ke cabang KFC terdekat
Selasa, 17 Februari 2009
Oleh : Indra Darmawan, Muhammad Chandrataruna

VIVAnews -- PT Fastfood Indonesia hari ini menandatangani kerja sama dengan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) untuk memperkuat layanan pesan antar rumah (home delivery system) Kentucky Fried Chicken (KFC) di Jawa dan Sumatera. 

Melalui kerja sama tersebut, Lintasarta akan menyediakan jaringan komunikasi antarkantor regional besar KFC, menggunakan saluran Virtual Private Network (VPN) MultiService, dan jaringan komunikasi antartoko-nya lewat VPN Ezy HSDPA.
 
"Melihat pengalaman di bidang penyediaan solusi komunikasi data, kami mempercayai Lintasarta untuk mendukung jaringan komunikasi sistem home delivery kami," ujar Direktur KFC Justinus D. Juwono.

Menurut HD & Catering Support Manager KFC Hery Soesilo, pemesanan yang masuk ke call-center pada nomor 14022, akan diteruskan melalui jaringan komunikasi Lintasarta ke cabang KFC yang terdekat dengan rumah pemesan. 

Sejauh ini, layanan KFC itu baru akan menjangkau kota-kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Namun, sistem komunikasi home delivery ini akan diperluas ke Bali, Sulawesi, dan Kalimantan hingga akhir tahun ini.

Selama ini, layanan call-center KFC menggunakan jasa outsource dari Infomedia Nusantara. Seperti perusahaan lain, KFC berfokus pada bisnis utamanya. Hal itu bertujuan melakukan efisiensi pada besaran investasi, khususnya di masa krisis seperti ini. 
 
Saat ini, Lintasarta menyediakan jaringan untuk mendukung layanan di sekitar 354 outlet KFC yang tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. 
Jumlah investasi Fastfood Indonesia untuk TI, tak sampai 10 persen dari belanja modal (capital expenditure) tahun ini. 

Menurut Direktur Usaha Lintasarta Samsriyono Nugroho, perusahaannya akan membantu KFC dengan jasa-jasa nilai tambah (VAS) lewat jaringannya.

"Misalnya seperti pemesanan via SMS, konferensi online para eksekutif di tiap-tiap cabang KFC (executive briefing), termasuk mobile monitoring untuk pemantauan layanan KFC di daerah-daerah," kata Samsriyono.
 
Dengan diterapkannya teknologi-teknologi tersebut, KFC membidik pertumbuhan pendapatan antara 47 hingga 50 persen, kata Hery Soesilo.

TERKAIT
TERPOPULER