TEKNOLOGI

Cara Selamat di Gedung Bertingkat Jika Gempa

Inilah prosedur evakuasi dari gedung bertingkat pada saat gempa.

ddd
Rabu, 18 April 2012, 14:25
Kepanikan gempa di pulau Sumatra
Kepanikan gempa di pulau Sumatra (REUTERS/ Y.T Haryono)

VIVAnews - Sejumlah daerah di Indonesia dinyatakan rawan gempa. Beberapa kota seperti Jakarta bahkan tidak terlalu jauh dari pusat Gempa. Ibukota ini dikelilingi setidak 12 titik gempa, meski letaknya agak jauh. "Kami mengambil radius 500 kilometer dari pusat Jakarta. Dari jarak itu, Jakarta dikelilingi beberapa sumber gempa," kata Anggota Tim Revisi Peta Gempa Indonesia, Irwan Meilano. (Baca juga: Gempa Jakarta, Siapkah Kita)

Gedung-gedung di Jakarta memang dirancang tahan gempa. Pemerintah sudah melakukan simulasi gempa, di antaranya menyangkut evakuasi. Sebab evakuasi yang tepat dan terarah bisa menghindari jatuhnya korban.

"Untuk orang yang berada dalam ruangan saat gempa, kami menggunakan metode evakuasi Drop and Cover. Ini sudah terbukti di Jepang," ujar R. Hadianto dari Jakarta Resque di sela-sela Simulasi Gempa di Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, yang digelar Selasa kemarin. Menurut Hadianto, metode evakuasi Triangle of Life ini mengurangi risiko jatuhnya korban.

Jika gempa itu terjadi, metode ini mengharuskan Anda menjatuhkan diri ke lantai (Drop), kemudian mencari pelindung (Cover) dengan berada di bawah meja yang kokoh atau furnitur lain. Selanjutnya Anda harus berpegangan erat (Hold On) sampai guncangan berhenti.

"Metode ini cukup aman saat sifat gempa vertikal maupun horisontal," ujar Hadianto.

Jika dalam keadaan darurat tidak menemukan meja, maka Anda diharuskan untuk melindungi wajah dan kepala dengan lengan dan tangan. Mirip seperti posisi bersujud dengan tangan melindungi kepala. Anda juga harus merapat pada bagian dalam dari dinding atau tiang penyangga utama gedung.

"Hindari barang pecah belah, pintu keluar, dinding, ataupun aksesori yang berisiko menimpa Anda," ujar Hadianto. Dia  mengingatkan bahwa saat terjadi gempa, listrik bisa mati dan alarm sistem kebakaran bisa menyala.

Saat proses evakuasi, masa darurat, dan pasca gempa di gedung bertingkat dibutuhkan seorang Floor Captain. Posisi ini dipegang orang internal gedung yang mengkordinasi proses evakuasi. Floor Captain ini sebelumnya sudah dididik secara intens. "Floor captain kami cuci otak untuk siap berkorban," imbuhnya.

Floor Captain bertugas memastikan setiap lantai sudah tidak ada
orang dan tidak ada gempa susulan. Petugas ini hanya memantau dua lantai. "Misalnya dia bertanggung jawab mengevakuasi dari lantai 19 dan 20," ujar Hadianto.

Metode ini sudah disimulasikan secara intens pada enam gedung
yakni gedung Conoco Philips, PT. Taspen, Bank Tabungan Negara, Sekretariat Negara, seluruh kantor Bank Indonesia di semua wilayah, dan kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Semua tempat tersebut telah memiliki floor captain.

Kunci pada masa darurat yakni percaya pada arahan floor captain
dan jangan menggunakan lift. Gunakan saja tangga darurat. Dalam evakuasi gedung bertingkat 20, meeting point maksimal dua lantai. Untuk mengevakuasi semua penghuni gedung berlantai 20 butuh waktu 1 jam secara bertahap.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
koberkobere
18/04/2012
perlu tanggap darurat kegempaan....!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru