TEKNOLOGI

Pameran Wajah Nenek Moyang Manusia di Jerman

Ilmuwan merekonstruksi bentuk wajah manusia purba, bahkan yang hidup 7 juta tahun silam.
Sabtu, 7 Januari 2012
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Amal Nur Ngazis
Sahelanthropus tchadensis yang hidup 7 juta tahun lalu

VIVAnews - Sebuah pameran di Dresden, Jerman, memamerkan gambaran wajah para nenek moyang manusia. Menggunakan teknik forensik, para ilmuwan merekonstruksi bentuk wajah manusia purba, bahkan yang hidup 7 juta tahun lalu. 

Hasilnya ada 27 model kepala nenek moyang yang diciptakan dengan menggunakan sisa fosil. Termasuk di antaranya, rupa nenek kita, hominid dari Afrika, Sahelanthropus tchadensis

Sahelanthropus tchadensis yang hidup 7 juta tahun lalu

Salhelanthropus tchadensis hidup pada masa di mana manusia dan simpanse--sepupu terdekat dalam proses evolusi kita, terpisah secara genetis.

Untuk mereka wajah nenek moyang, para ahli antropologi forensik menggunakan komputer serupa dengan polisi untuk merekonstruksi bentuk dari sisa-sisa tubuh manusia. Dengan modal fosil tengkorak para nenek moyang yang nyaris utuh, mereka bisa merekonstruksi seperti apa wajah mereka.

"Menggunakan metode antropologi forensik, berbagai varian hominid diciptakan kembali, bukan sebagai dalam konteks karakteristik, tapi sebagai individu," demikian penjelasan yang diutarakan pihak museum, seperti dimuat Daily Mail. "Masing-masing dari mereka menceritakan kisah: di mana mereka tinggal, apa yang mereka makan, kemungkinan penyebab kematian mereka dan banyak lagi."

Selain wajah para pendahulu manusia, juga dipamerkan tombak tua, yang berasal dari masa 400 ribu tahun yang lalu.

Soal lokasi penggalian tertua yang disebut di Afrika, pihak museum menjelaskan, "Meski ada sedikit keraguan bahwa Afrika adalah asal usul umat manusia, namun sejauh ini ia adalah lokasi galian paling kuno nenek moyang yang telah kita temukan."

"Pameran ini memperkenalkan Anda ke situs penggalian di Afrika di mana para ilmuwan sedang melakukan penelitian soal  asal-usul umat manusia."

Selain menampilkan Sahelanthropus tchadensis, pameran juga memajang wajah model Homo rudolfensis, yang ditemukan di Kenya, yang diperkirakan hidup pada 2 juta tahun lalu. Juga Australopithecus africanus, hominid ini diperkirakan salah satu leluhur manusia dengan otak yang besar, hidup 2 juta tahun lalu.

Tak ketinggalan, Homo erectus, yang hidup 1 juta tahun lalu. Teori mengatakan ini merupakan spesies asli di Afrika yang bermigrasi ke  India, Cina dan Jawa. Sedangkan teori lain mengatakan ia berpindah dari Asia ke Afrika.

Homo Erectus

Selain itu, juga ditunjukkan Homo neanderthalensis yang hidup 60.000 tahun lalu. Kemungkinan ini adalah kerabat terdekat manusia. Populasi mereka berkembang di Eropa dan Asia.

TERKAIT
TERPOPULER