TEKNOLOGI

Pendiri Produsen BlackBerry Terancam Didepak

Salah satu Direktur Independen menjadi kandidat kuat pengganti Lazaridis dan Balsillie.
Rabu, 4 Januari 2012
Oleh : Bayu Galih
Kantor pusat RIM, produsen BlackBerry di Kanada

VIVAnews - Makin merosotnya saham RIM dan pasar BlackBerry membuat para pemegang saham gerah. Tak puas dengan kondisi perusahaan, para pemilik saham pun menginginkan adanya perubahan, termasuk mendepak pendiri RIM yang juga CEO Mike Lazaridis dan Jim Balsillie.

Seperti dikutip dari Finanical Post, sumber mengatakan Barbara Stymiest, Direktur Independen yang baru bergabung di Dewan Direksi RIM 2007 silam, menjadi kandidat terkuat menggantikan Lazaridis dan Balsillie.

Komite yang terdiri dari tujuh Direktur Independen RIM, termasuk Stymiest, dikabarkan telah melakukan pendalaman terhadap struktur Direksi RIM. Salah satunya adalah mengenai kelayakan memiliki satu pemimpin independen ketimbang direktur kepala. Selain itu, kelayakan dua CEO RIM saat ini pun menjadi sorotan mereka.

Juli Lalu, seperti dikutip dari laman Mashable, RIM memang telah melakukan perombakan struktur. Salah satunya adalah pemisahan peran Pemimpin (Chairman) dan Eksekutif Kepala (Chief Executive).

Pemisahan Chairman dan CEO memang umum bagi perusahaan di Kanada, namun tak biasa di di AS. Hasil evaluasi dari perombakan ini sendiri diperkirakan akan disampaikan pada akhir Januari.

Tapi, mengutip Mashable, RIM mengatakan tetap mendukung CEO dan Chairman yang ada saat ini. Tapi, RIM mengindikasikan kesabaran itu bisa saja berubah di akhir Januari.

"Dewan RIM telah membentuk Komite yang terdiri dari sejumlah direktur independen dengan mandat untuk mempelajari struktur kebijakan di RIM yang akan dilaporkan 31 Januari 2012. Komte berjalan sesuai treknya dan Dewan akan segera merespon rekomendasi yang disampaikan Komite dalam 30 hari," tulis RIM, seperti dikutip dari Mashable.

RIM memang berjuang keras di tahun 2011. Tablet PlayBook besutan RIM gagal dijual di pasar, dan mengakibatkan kerugian hingga sekitar US$ 485 juta. Pasar BlackBerry pun jatuh jadi 9,2 persen di kuartal ketiga, dibandingkan 24 persen pada tahun lalu.

Kondisi ini diperparah dengan kerusakan jaringan BlackBerry pada Oktober lalu, yang menyebabkan pelanggan BlackBerry beralih ke produk lain. Lebih parah, RIM menunda peluncuran BlackBerry 10, sebagai smartphone BlackBerry pertama berbasis QNX, hingga akhir tahun 2012.

Jelas semua itu menjadikan nafas RIM tersengal-sengal. Ini pula yang menyebabkan RIM terancam diambil-alih.

Wall Street Journal menyebut Microsoft dan Nokia menjajaki kerja sama mendekati RIM. Sedangkan Reuters menyebut Amazon telah menyewa bank investasi menjajaki potensi merger dengan RIM.

Jadi, akan seperti apa masa depan RIM? Setidaknya hingga akhir Januari, tiap gerak Dewan Direksi RIM menjadi sesuatu yang diwaspadai Lazaridis dan Balsiliie. (umi)

TERKAIT