TEKNOLOGI

NASA: Satelit Sudah Jatuh ke Bumi

Mereka sedang menunggu konfirmasi dimana lokasi jatuhnya puing-puing satelit 6,5 ton ini.

ddd
Sabtu, 24 September 2011, 15:19
Upper Atmosphere Research Satellite (UARS)
Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) (space.com)

VIVAnews -- Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA yakin satelit rongsok mereka telah jatuh dari orbitnya. Mereka yakin Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) jatuh pada Sabtu pagi waktu Amerika. Saat ini, para peneliti sedang memastikan di mana reruntuhan satelit itu akan jatuh.

"Kami kira puing-puingnya telah jatuh sekarang," pernyataan NASA sebagaimana dilansir foxnews.com, Sabtu 24 September 2011.

"Kami sedang menunggu konfirmasi dari Komando Setrategis Amerika dimana jatuhnya sambil tetap memantau puing-puingnya di langit."

Satelit berusia 20 tahun itu sebelumnya ditarget jatuh ke bumi pada Jumat atau Sabtu ini. Kanada dan negara-negara di Afrika diperkirakan menjadi tempat jatuhnya puing-puing UARS.

Saat menuju Bumi, satelit rusak itu terbakar karena gesekan dengan atmosfer. Namun, diperkirakan ada 26 bagian yang tetap utuh saat sampai di permukaan bumi.

Lebih Cepat

Meningkatnya aktivitas matahari hingga Jumat kemarin membuat satelit seukuran bus ini jatuh dengan lebih cepat ke bumi. Namun, di penghujung Jumat, NASA mengatakan matahari bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi kecepatan jatuhnya satelit ini.

Kemarin, NASA mengatakan kemungkinan besar satelit berbobot 6,5 ton itu akan jatuh dari orbitnya pada Jumat pukul 11.45 malam hingga Sabtu 12.45 siang waktu setempat. Pada Jumat kemarin, satelit ini sedang mengorbit melintasi Atlantik, Pasifik, dan Samudera Hindia, dan kemudian menuju Afrika dan Kanada.

Satelit pemantau atmosfer ini diluncurkan pada 1991 silam. Satelit ini dinyatakan tidak beroperasi lagi pada 2005.

Kemungkinan puing-puingnya menimpa manusia adalah 1/3.200. Jatuhnya satelit ini diharapkan berada di permukaan lautan. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
VINCENT
26/09/2011
ai setuju ama agan yang berpendapat mudah2an jatuh di lautan,
Balas   • Laporkan
jefri
24/09/2011
nu pentingmah goderrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Balas   • Laporkan
cintabola
24/09/2011
waspada kepla di laut
Balas   • Laporkan
one
24/09/2011
mun murag di buruan, milik cigana. tinggal ngilo kabayang mun sakilo besi 10 rebu,tinggal ngalikeun weh olangan
Balas   • Laporkan
abdullah.ap | 24/09/2011 | Laporkan
Huuh, pohara lobana eta, mun ninggang kabudak mencret jeng nu koneng2na kaluar
zuliya
24/09/2011
dimana pun tu satelit jatuh,,yg penting jgn ada yg dirugikan...
Balas   • Laporkan
rian
24/09/2011
rezeki dong buat pemulung ...moga aja jatuh d bantar gebang....
Balas   • Laporkan
zulkifli
24/09/2011
yg jelas g ada di dpn rmh ku,,, kl ada pasti aku telp pihak NASA.....hehhe
Balas   • Laporkan
adi wae
24/09/2011
jatoh nya bapak mah ga jauh dari perut ibu nya tuh
Balas   • Laporkan
RUDY ANTONI
24/09/2011
moga moga kita g terkena dampak satelit itu
Balas   • Laporkan
nicholas gigih
24/09/2011
perkiraan saya, bus itu tidak sampai 6,5 ton, mengapa satelit sampai seberat 6,5 ton?
Balas   • Laporkan
rezoker | 13/02/2012 | Laporkan
wkwkwkkw asal komen aja.... hahahhahah
angga14 | 24/09/2011 | Laporkan
@must_julius:weyy lu yang BACA!!! agan di atas bukan bahas besarnya tapi bobotnya... baca tuh berita di atas alinea ke 7!!! wkwkwkwkwkwkwk
must_julius | 24/09/2011 | Laporkan
baca-baca-baca-baca bro: Jumat kemarin membuat satelit seukuran bus ini jatuh... Seukuran bukan seberat. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwwkwkwkwkwk


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com