TEKNOLOGI

Tsunami Aceh 2004 Bukan yang Pertama

Temuan menepis anggapan bahwa sebelumnya di Aceh tak pernah terjadi gempa di atas 9,0 SR.

ddd
Selasa, 26 Juli 2011, 11:50
Hasil temuan ini menepis anggapan bahwa sebelumnya di Aceh tidak pernah terjadi gempa bumi yang dahsyat di atas 9,0 skala Richter. Sayangnya, temuan didapat setelah bencana terjadi.
Hasil temuan ini menepis anggapan bahwa sebelumnya di Aceh tidak pernah terjadi gempa bumi yang dahsyat di atas 9,0 skala Richter. Sayangnya, temuan didapat setelah bencana terjadi. (earthquake.it)

VIVAnews - Tsunami dahsyat yang melanda Aceh pada 2004 silam diyakini merupakan tsunami terbesar yang pernah melanda kawasan tersebut. Namun, hasil riset terbaru menunjukkan fakta lain. Tsunami berskala besar pernah terjadi di Aceh sebelum tahun 2004.

“Dari riset yang dilakukan di Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam, berdasarkan endapan paleotsunami, dapat dilihat bahwa pernah terjadi giant tsunami di Aceh sekitar 600 tahun silam,” kata Eko Yulianto, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Gajah Mada.

Hasil temuannya menepis anggapan bahwa sebelumnya di Aceh tidak pernah terjadi gempa bumi yang dahsyat di atas 9,0 skala Richter.

“Tsunami 2004 yang meluluhlantahkan Aceh merupakan bukti bahwa gempa bumi dan tsunami berskala besar bisa terjadi di mana saja,” kata Eko. “Sayangnya, temuan ini diketahui setelah terjadi gempa itu. Jika ditemukan lebih cepat, sebenarnya jumlah korban bisa diminimalisir,” ucapnya.

Selain di Aceh, Eko juga melakukan penelitian di tebing Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat. Dari penelitian tersebut ditemukan empat lapisan pasir yang menjadi bukti awal di kawasan tersebut pernah terjadi beberapa kali tsunami. Salah satunya berupa lapisan pasir tebal yang diendapkan di atas lumpur mangrove dan ditutupi endapan banjir.

Pada lapisan pasir tersebut terdapat cangkang Foraminifera. Di atas lapisan itu terdapat beberapa lapisan yang memiliki ketebalan sekitar 1-3 cm, salah satunya merupakan bekas tsunami Pangandaran 2006 lalu.

“Ini menunjukkan bahwa pada suatu masa, kurang lebih 400 tahun yang lalu, di wilayah ini diperkirakan pernah terjadi tsunami yang skalanya jauh lebih besar dibanding tsunami 2006 kemarin,” kata pakar paleotsunami ini.

Pendapat senada juga dikemukakan oleh Brian F. Atwater, peneliti dari Badan Survei Geologi AS (USGS). Ia menyebutkan bahwa tsunami Aceh tahun 2004 bukanlah bencana tsunami yang pertama. Ia memperkirakan, sekitar tahun 1800 di Aceh pernah terjadi bencana yang sama. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jeffry
10/08/2011
ditempat saya tinjumoyo di semarang malah dulu waktu kecil sering saya menemukan keong dan kerang laut yang sudah memfosil. padahal itu dataran tinggi. malah kata orang-orang tua dulu pernah ada kapal kuno, tetapi sekarang tidak tahu rimbanya
Balas   • Laporkan
Asep Gumilang
27/07/2011
Banyak2 lah beribadah kpd Allah,,dunia ini dan sgala isinya fana,bencana bs dmn saja,kpn saja dan menimpa siapa saja,,"semua zat yg ada dibumi/diluar bumi datangnya dr Allah dan akan kembali kpd Allah",,pencegahan itu penting,dan persiapan jg penting..
Balas   • Laporkan
qpuun
27/07/2011
penelitian paleotsunami ini mestinya lebih banyak lagi, dg menjelajah seluruh wilayah kritis terutama Sunda Megthrust, termasuk publikasinya. penting untuk mitigasi dan studi hazard ...
Balas   • Laporkan
Yunus
27/07/2011
perlu lebih banyak lagi penelitian paleotsunami dan hazard kegempaan terutama di kawasan sunda megathtrust untuk antisipasi dan mitigasi yang lebih terukur ...
Balas   • Laporkan
agil
26/07/2011
dadadadad
Balas   • Laporkan
dull
26/07/2011
wow, kereeeeeeeeeen
Balas   • Laporkan
aw
26/07/2011
mendingan penelitinya bisa memperkirakan itu juga berdasarkan fakta dari lapisan tanah yang ada,,, daripada lu yang bisanya cuma nyela orang doang? GA GUNA !
Balas   • Laporkan
muneh
26/07/2011
HANYA PERKIRAAN DAN "kurang lebih" ANDA BISA NGGK MELIHAT KE 400 tahun yang lalu? ...
Balas   • Laporkan
karjoe | 26/07/2011 | Laporkan
kwkwkwk kampungan baca berita teknologi ya kyk gini. cm bisa nyela.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru