TEKNOLOGI

Libya Berangus Penyingkat Link Situs Porno

Pemberangusan ini membuat kolumnis seks AS, Violet Blue kecewa.

ddd
Sabtu, 9 Oktober 2010, 14:04
Muammar Khadafy, pemimpin Libya
Muammar Khadafy, pemimpin Libya (AP Photo/Richard Drew)

 

VIVAnews - Untuk menyamarkan alamat link berkonten dewasa, alias porno, biasanya pengguna internet bisa menggunakan jasa penyingkat link atau URL (Universal Resource Locator) tertentu, semisal Vb.ly.

Namun, kini hal itu tidak mungkin lagi dilakukan. Baru-baru ini pemerintah Libya telah memberangus layanan yang disediakan oleh situs tersebut. Kenapa?

Ternyata situs web penyingkat link web bermotto 'The Internet's First and Only Sex-Positive URL Shortener', itu memang menggunakan nama domain negara Libya, yang berakhiran .ly. Padahal, Libya menerapkan hukum syariah Islam di negaranya.

"Pornografi dan konten dewasa tidak diperbolehkan oleh hukum Libya, oleh karenanya kami telah memblokir domain itu," kata Alaeddin S ElSharif, juru bicara Telecom and Technology, Web Services Departement Libya, dikutip dari situs CNet.

Vb.ly sendiri, adalah jasa penyingkat link web yang sejak awal bertekad untuk tidak akan memfilter link-link situs porno yang hendak disingkat. "Kami secara terbuka tak akan mendiskriminasi dan memfilter situs-situs porno," kata Violet Blue, kolumnis seks terkenal di AS, yang mengasuh situs layanan penyingkat web porno itu. 

Ben Metcalfe, salah satu pemilik situs Vb.ly menyatakan penyesalannya atas pemberangusan situsnya. Padahal, menurut Ben, selain menyingkat link situs-situs porno, Vb.ly juga banyak menyingkat link situs web lain yang positif, termasuk link web yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW.

"Ini adalah keprihatinan bersama untuk setiap orang, khususnya para pemilik domain .ly, karena ini merupakan preseden bahwa semua domain .ly yang beroperasi musti taat dengan aturan syariah Libya," kata Ben.

Selain Vb.ly, situs-situs jasa penyingkat link web lain memang banyak yang menggunakan domain berakhiran .ly. Misalnya saja penyingkat web populer bit.ly. Tapi bagi penyingkat web Bit.ly, pihak Libya menjamin perlakukan yang berbeda.

"Bila domain .ly digunakan untuk menyingkat web yang umum seperti Bit.ly, maka tak akan menjadi masalah dengan hal itu," kata ElSharif.

Hingga kini, Vb.ly masih lumpuh. Namun Violet Blue berjanji, mereka akan bisa segera beroperasi kembali. "Semua link Vb.ly masih tetap eksis, hanya saja belum bisa berfungsi kembali untuk saat ini. Database kami masih utuh, dan kami akan segera hadir dengan domain yang lebih bagus." (umi)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ali
09/10/2010
saya bangga dengan pemimpin libya muamar kjadafi .Hidup muamar kadafi
Balas   • Laporkan
agus
09/10/2010
hi libya... maju terus pantang mundur, hancurkan pornografi!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id