TEKNOLOGI

Asosiasi Server Pulsa Resmi Berdiri

Untuk jadi anggota, pengusaha dikenakan iuran tahunan dan harus pakai software original.
Jum'at, 16 Juli 2010
Oleh : Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Seorang pengunjung mengisi ulang lewat Pulsa Box

VIVAnews - Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) resmi berdiri, 15 Juli 2010. Dilatarbelakangi inisiatif para anggotanya, Aspindo berharap eksistensinya diakui elemen-elemen yang ada di ranah telekomunikasi, termasuk regulator, operator, sampai pengguna.

“Kami baru mengadakan rakernas untuk merumuskan AD/ART. Hingga beberapa waktu ke depan, kami akan membahas program kerja terlebih dulu hingga tahun 2013,” kata Dwi Lesmana, Ketua Asosiasi Server Pulsa Indonesia terpilih, pada keterangannya, 16 Juli 2010.

Sebelumnya, pemain server pulsa merupakan pedagang pulsa elektrik yang memakai media server yang tumbuh sejak tujuh tahun lalu.

Menilik sisi omzet-nya, bisnis ini cukup menggiurkan. Seorang pemilik server pulsa bisa mencatat transaksi hingga 500.000 per hari. Jika diasumsikan pulsa Rp10.000 per transaksi, dan mencatat 3.000 transaksi saja dalam sehari, pemilik tersebut dapat mencetak omzet Rp900 juta hingga Rp1 miliar per bulannya.

Di dalam rantai distribusi pulsa, server pulsa berada di bawah dealer. Anggota Aspindo inilah yang kemudian melanjutkan distribusi pulsa ke pengecer atau kios dalam bentuk elektrik atau pulsa elektrik via one chip all operator (satu kartu chip yang bisa top-up pulsa seluruh operator).

Dalam rakernas pertamanya, Aspindo resmi beranggotakan sekitar 1.500 pemilik server pulsa. Diharapkan setahun ke depan asosiasi baru itu mampu menjaring seluruh pemilik server pulsa di Tanah Air yang totalnya diperkirakan berkisar 10.000-an.

“Karena jumlah pemainnya banyak, kami ingin membuat satu wadah supaya rapih. Kalau sudah solid, agen-agen pulsa juga merasa nyaman dan aman karena organisasinya kini jelas,” kata Dwi.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, untuk menjadi anggota Aspindo pemain server pulsa hanya dikenakan iuran tahunan dan memenuhi syarat pakai software original buatan pengembang lokal.

“Tugas pertama kami setelah merampungkan program kerja, kami akan mengadakan pertemuan atau silaturahmi ke regulator, BRTI, seluruh operator, dan beberapa departemen yang bersinggungan dengan organisasi kami seperti UKM atau Depnaker,” kata Andry D Suwardi, Sekretaris Jenderal Aspindo, pada kesempatan yang sama.

TERPOPULER