TEKNOLOGI

Bersihkan Akuarium Tanpa Memindah Ikan

Mahasiswa Teknik Industri UK Petra membuat inovasi alat pembersih akuarium terbaru
Selasa, 1 Desember 2009
Oleh : Jufri
Pembersih Akuarium Terbaru

SURABAYA POST - Anda sering merasa kerepotan saat membersihkan akuarium? Jika ya, ada baiknya Anda melihat temuan mahasiswa Teknik Industri UK Petra ini. Mereka membuat inovasi alat pembersih akuarium yang sangat meringankan pemilik akuarium.

Dengan alat itu, pemilik tidak perlu memindahkan ikan dan membuang air untuk membersihkan akuarium. “Melalui inovasi aquarium cleaner, kami ingin memberi kemudahan bagi pemilik akuarium,” kata Marissa Jessica, salah satu anggota tim, Selasa (1/12).

Alat pembersih akuarium itu cukup sederhana, berupa sikat dan spon yang dipasang menempel pada kaca akuarium. Sikat dan spon tersebut tersambung ke sebuah mesin kecil bermotor yang terpasang di rel. Dengan tenaga listrik 12 volt, mesin tersebut menggerakkan sikat dan spon berkeliling akuarium.

Selain sikat dan spon yang bergerak berkeliling, di dasar akuarium juga terpasang alat penyaring. Alat ini berfungsi sebagai sirkulator air sekaligus menyaring kotoran entah dari makanan maupun kotoran ikan. Air yang sudah bersih kemudian dialirkan kembali ke akuarium. “Jadi air tetap bersih tanpa perlu menggantinya,” kata Marissa.

Mahasiswa angkatan 2007 ini mengaku ide membuat Aquarium Cleaner muncul dari pengalaman pribadi. Ia sering kerepotan membersihkan akuarium karena harus mengeluarkan ikan, membuang air, dan menyikat kaca sebelum mengisi kembali dengan air bersih.

Bersama tiga teman seangkatan, yakni Richard Arianto, Richard Julius dan Njoo Djiu Yen, mereka kemudian membuat Aquarium Cleaner. Alat yang dipamerkan di selasar Gedung P ini sekaligus menjadi tugas akhir untuk mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk.

Pengerjaan alat ini membutuhkan waktu empat bulan dan biaya Rp 300 ribu untuk prototype Akuarium Cleaner. “Nanti setelah disempurnakan dan ada yang meminta produksi massal, biaya yang dibutuhkan mungkin sekitar Rp 450 ribu,” kata Marissa.

 

Laporan : Reny Mardiningsih

TERKAIT
    TERPOPULER